Waspada
Waspada » Anak Durhaka Bunuh Ibu Pakai Cangkul
Sumut

Anak Durhaka Bunuh Ibu Pakai Cangkul

Tersangka HS saat diamankan Satreskrim Polresta Deliserdang diduga melakukan pembunuhan kepada ibunya dengan menggunakan cangkul. (Waspada/Ist).

DELISERDANG (Waspada): Seorang anak diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya di kediamannya Dusun II Desa Bangun Rejo Gang Selamat Kecamatan, Tanjung Morawa Kab. Deliserdang, Selasa (16/6).

Pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan menggunakan cangkul karena diduga sakit hati dimarahi korban.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandangi melalui Kasatreskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus Rabu (17/6) menjelaskan, korban atas nama Suparti 75 dan pelaku merupakan anak kandungnya berinisial HS 43 laki laki.

“Kronologis kejadian pada Selasa (16/6) sekitar pukul 18.30 WIB saksi Warso (suami korban) berangkat dari rumah menuju Masjid Al Badar di  Dusun II Desa Bangun Rejo, Kecamatan, Tanjung Morawa Kabupaten, Deliserdang untuk menunaikan ibadah shalat Magrib dan Isya,” kata Kompol Firdaus.

“Sekitar pukul 20.10 WIB saksi Warso berkunjung ke rumah keponakan yang berada di Gang Buntu di Dusun II Desa Bangun Rejo. Dan sekitar pukul 20.35 WIB saksi Warso kembali ke rumah dan melihat rumah dalam keadaan terkunci,”tambah Kompol Firdaus.

Kemudian lanjut Kompol Firdaus, Warso mengetok pintu rumah mereka. Kemudian pelaku HS membuka pintu, saksi Warso memeriksa korban di dalam kamar tidur dan kamar mandi.

“Selanjutnya saksi Warso memeriksa ke dapur rumah yang dalam posisi gelap dan saksi Warso menyenter menggunakan senter mancis dan menemukan korban dalam keadaan telentang dan bersimbah darah,” sebut Kompol Firdaus.

Mendapat adanya informasi adanya diduga pembunuhan, personel Satreskrim Polresta Deliserdang pun langsung turun ke TKP dan langsung berhasil mengamankan tersangka.

“Jadi hasil interogasi, setelah pelaku sampai di rumah selepas pulang dari sawah dan merasa capek. Korban  memarahi pelaku dengan nada tinggi, pelaku  tidak terima dimarahi korban dan akhirnya mengambil cangkul dan memukulkan ke kepala bagian dahi diatas mata dan belakang telinga sebelah kanan,” ungkap Kompol Firdaus.

Atas perbuatannya sebut Kompol  Firdaus, pelaku yang merupakan anak kandung korban mengakui perbuatannya. Dan terancam pasal 338 KHUP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup.

“Adapun barang bukti turut diamankan satu buah cangkul dan satu buah centong nasi,” tutur Kompol Firdaus. (a16).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2