Waspada
Waspada » AMPAI Desak Kapolres Simalungun Tangkap Penghina Nabi Muhammad
Headlines Sumut

AMPAI Desak Kapolres Simalungun Tangkap Penghina Nabi Muhammad

Akun Facebook Gernal Nainggolan yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Waspada/Ist
Akun Facebook Gernal Nainggolan yang diduga telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Waspada/Ist

SIMALUNGUN (Waspada): Sejumlah Ormas Pemuda Islam tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Penistaan Agama Islam (AMPAI) Kab. Simalungun, Kamis (21/5), mendatangi kantor Polsek Perdagangan mendesak agar aparat hukum menangkap dan memenjarakan oknum laki-laki bernama Gernal Lundu Nainggolan alamat Dusun (Huta) I Habatu, Desa (Nagori) Bandar Pulo, Kec. Bandar, Kab. Simalungun.

Pasalnya, Gernal Lundu Nainggolan diduga telah melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW lewat akun facebook miliknya “Gernal Nainggolan” dengan kalimat-kalimat tensensius, merendahkan dan menistakan nabi yang sangat dimuliakan umat Islam tersebut.

Ormas Islam tergabung dalam AMPAI saat di Polsek Perdagangan. Waspada/Ist
Ormas Islam tergabung dalam AMPAI saat di Polsek Perdagangan. Waspada/Ist

Sejumlah pengurus ormas pemuda Islam tergabung dalam AMPAI tersebut antara lain Gerakan Pemuda Alwasliyah Simalungun, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kab. Simalungun, DPD BKPRI Simalungun, Badan Kordinasi Muballigh Indonesia Kab. Simalungun, Yayasan Pemakmur Masjid, Jemaah Tabligh, MDS Rohul Anshor Simalungun beserta lainnya para pengurus kecamatan.

“Kami yang tergabung dalam AMPAI sengaja datang ke Polsek untuk melaporkan penistaan yang dilakukan pemilik akun facebook “Gernal Nainggolan” yang nyata-nyata dalam tulisannya sangat merendahkan nabi yang mulia Nabi Muhammad SAW,” ujar Eko Sy Simanjuntak, pengurus Rohul Anshor Simalungun.

Pengaduan AMPAI kepada kepolisian. Waspada/Ist
Pengaduan AMPAI kepada kepolisian. Waspada/Ist

Dikatakan, Gernal Lundu Nainggolan selaku pemilik akun facebook “Gernal Nainggolan” telah melukai hati umat Islam. Melalui akun FBnya itu, dia merendahkan, menista dan melecehkan Nabi Muhammad.

Akibat celotehnya itu membuat perasaan umat Islam tersinggung dan kami melaporkan kepada pihak berwajib agar yang bersangkutan dapat ditindak secara hukum yang tegas dikenakan pasal penghinaan agama dan UU ITE.

Diduga Pernah Nista UAS Tahun 2019

Eko lebih lanjut mengatakan, sikap pelecehan atau penistaan yang dilakukan Gernal Nainggolan bukan sekali ini saja, tetapi sebelumnya tahun 2019 juga sudah pernah melakukan penistaan disaat Ustadz Abdul Somad datang melakukan tabligh akbar di Simalungun.

“Karakter manusia seperti ini harus dihilangkan, agar tidak menimbulkan konflik dalam toleransi beragama. Dan untuk menjaga kerukunan umat beragama di daerah ini, sekaligus membuat efek jera bagi yang bersangkutan maupun orang lain, kami minta pemilik akun facebook “Gernal Nainggolan” ditangkap dan dipenjarakan serta dipecat dari tugas pendamping desa di Kecamatan Bosar Maligas,” tandas Eko.

“Kita tidak main-main, masalah ini cukup sensitif dan harus segara penanganannya. Jika ada upaya permohonan maaf itu sah-sah saja, namun proses hukum harus terus berlanjut,” tambahnya lagi.

Sementara Kapolsek Perdagangan, AKP Supendi saat ditemui para pelapor berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga ke Polres Simalungun untuk penegakan hukum seadil-adilnya. Namun, karena kasus itu menyangkut UU ITE, kemudian Kapolsek menyarankan pelapor ke Polres Simalungun.

Di Polres Simalungun, laporan AMPAI berikut barang bukti berupa print out postingan facebook penghinaan terhadap Nabi Muhahmmad SAW itu diterima Kanit II SPK Ipda P. Simbolon.

Para pelapor tidak dapat bertemu Kapolres karena Kapolres Simalungun yang baru menjabat 4 hari itu sedang berada di Polres Tobasa mengadakan acara serah terima. (a27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2