Waspada
Waspada » Alumni Dan Mudir Desak Kapolres Tangani Kasus Penghina Musthafawiyah
Headlines Sumut

Alumni Dan Mudir Desak Kapolres Tangani Kasus Penghina Musthafawiyah

Kunjungan serta audensi alumni dan guru besar Mustafawiyah ke Polres Madina. Alumni Dan Mudir Desak Kapolres Tangani Kasus Penghina Musthafawiyah. Waspada/Ist
Kunjungan serta audensi alumni dan guru besar Mustafawiyah ke Polres Madina. Alumni Dan Mudir Desak Kapolres Tangani Kasus Penghina Musthafawiyah. Waspada/Ist

MADINA (Waspada) : Alumni serta guru besar Ponpes Mustafawiyah Purba Baru Mandailing Natal datang dan audensi ke Polres Madina untuk mendesak Kapolres agar segera menemukan pemilik akun yang menghina Ponpes dan sebahagian guru besar Ponpes Mustafawiyah, Senin, (08/03).

Polisi meminta bantuan masyarakat untuk menangani kasus penghinaan terhadap Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina) Sumut yang lagi Viral di Media Sosial slah satu akun Facebook baru-baru ini.

Hal itu diungkapkan Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, SIK, saat memaparkan perjalanan kasus dugaan penghinaan tersebut di hadapan Mudir dan Para Guru Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal (Madina).

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polda Sumut, Cyber Crime Mabes Polri dan Kominfo, bahwa akun “Rizky Ardiansyah” yang diduga melakukan penghinaan kepada Ponpes Musthafawiyah,” ungkap Horas.

Selain secara digital, Horas mengaku bahwa pihaknya juga melakukan penanganan kasus ini secara manual, dan terus mencari apa motif pelaku atau siapa sebenarnya pengendali akun yang menghina Musthafawiyah, pondok pesantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara itu.

“Kadang-kadang aktif terkadang non aktif, dan lokasi dia mengaktifkan akun Facebooknya tidak menetap dan berpindah-pindah lokasinya. Sehingga sampai saat ini kami masih mencari siapa di balik atau pemilik akun Facebook yang diduga telah menghujat dan menghina Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru,” papar Horas.

Horas juga menambahkan jika pihaknya, dalam hal ini Polres Madina, terus berkoordinasi dengan Mabes Polri Bidang ITE demi menemukan pemilik akun tersebut.

“Kami tetap berkoordinasi dengan Bidang ITE Polri bagaimana sebenarnya kasus ini, apakah memasuki pidana pelanggaran UU ITE, jadi kami berharap kepada pihak Ponpes tetap memberikan bantuan dan masukan untuk menangani kasus ini,” harap Horas.

Kuasa hukum Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Muhammad Safii Pasaribu, SH, kepada wartawan menjelaskan jika pihaknya meminta Kapolres Madina untuk menangani dengan serius dan memprioritaskan penanganannya.

“Kami sudah meminta Polisi melalu Kapolres Madina untuk lebih serius dan menjadikan kasus ini sebagai proritas agar dapat kami redam amarah para alumni dan masyarakat,” kata Safii. (Cah)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2