Waspada
Waspada » Aksi Demo Warga Sei. Tualang Berlanjut, Warga Stop Operasional Excavator
Sumut

Aksi Demo Warga Sei. Tualang Berlanjut, Warga Stop Operasional Excavator

WARGA melarang operasional alat berat yang hendak membuka jalan alternatif. Aksi Demo Warga Sei. Tualang Berlanjut, Warga Stop Operasional Excavator. Waspada/Ist
WARGA melarang operasional alat berat yang hendak membuka jalan alternatif. Aksi Demo Warga Sei. Tualang Berlanjut, Warga Stop Operasional Excavator. Waspada/Ist

P. BRANDAN (Waspada): Warga Desa Sei. Tualang, Kec. Brandan Barat, kembali melakukan aksi demo, Senin (8/2). Mereka melarang operasional excavator yang hendak membuka akses jalan alternatif di lahan HGU milik perkebunan PT Sri Timur.

Aksi demo warga yang terkonsentrasi di pinggiran Jalinsum Medan-Aceh ini sudah berlangsung selama satu satu pekan, namun konflik yang awalnya dipicu adanya larangan mengembala ternak lembu di areal kebun belum juga ada solusi.

Akibat aksi massa, alat berat excavator yang seyogiannya direnacanakan hendak membuka akses jalan alternatif menuju areal perkebunan terpaksa gagal dilakukan. Pihak perusahaan memilih mengalah guna menghindari terjadi benturan dengan warga.

Sampai petang, warga tampak bersemangat melakukan orasi menyampaikan beberapa tuntutan dengan menggunakan alat pengeras suara. Pada saat itu, warga juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan berdoa.

Kepala Keamanan PT Sri Timur Musda Tarigan ditemui Waspada.id mengatakan, sepanjang aksi demo yang sudah berlangsung selama delapan hari, pihak perusahaan tidak bisa mengeluarkan buah kelapa sawit yang sudah dipanen.

“Kami sudah 8 hari tidak bisa mengeluarkan buah sehingga buah sawit banyak yang busuk karena warga memasang portal di ruas jalan hampir di setiap blok,” kata Tarigan sembari menambahkan, masalah ini sudah dilaporkan ke Polres Langkat.

Dia lebih lanjut mengatakan, aksi demo warga ini menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pihak perusahaan karena praktis tidak bisa mengeluarkan buah. “Selama ini perusahaan sudah cukup banyak mengalah,” katanya.

Dia menegaskan, sampai kini perusahaan masih tetap pada prinsip awal melarang ternak lembu dilepas di areal kebun. Namun bagitu, lanjutnya, warga masih tetap bebas mengangon lembu di areal perkebunan.

Puluhan karyawan perusahaan perkebunan yang turun pada aksi demo warga petang itu diapelkan oleh perwakilan dari perusahaan. Para karyawan dengan tegas dinstruksikan agar tidak terpancing dengan hal-hal yang dapat merugikan.

Memasuki pukul 17:30, warga yang tampak sudah kelelahan tak lagi melanjutkan orasinya, namun sampai menjelang malam, mereka masih tetap bertahan di jalan masuk menuju desa.

Sejumlah personel polisi masih bersiaga di lokasi. Pihak Forkopimcam, yakni Kapolsek AKP PS Simbolon, Camat Brandan Barat Hermain, Danramil/18 Kapten Inf Sudirman terlihat berbincang-bincang membahas aksi warga yang sudah berjalan selama sepekan.

Camat Brandan Barat Hermain ditemui di sela aksi demo mengatakan, pihaknya sudah melaporkan masalah ini kepada Sekdakab Langkat dan saat ini masih menunggu RDP (Rapat Dengan Pendapat) yang akan digelar DPRD Langkat pada tanggal 25 Februari. (a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2