Waspada
Waspada » Aksi 10.000 Massa Batal
Sumut

Aksi 10.000 Massa Batal

Penutupan salah satu diskotik di Kab.Deli Serdang.

 

BINJAI ( Waspada) : Aksi unjuk rasa dengan 10.000 massa oleh Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Muda yang direncanakan usai sholat Jumat( 9/4) dengan titik kumpul GOR Jalan Jambi Binjai batal.

Namun petugas Kepolisian, Satpol PP Binjai tetap berjaga di seputaran GOR sebab massa juga ada berdatangan. Setelah di informasikan batal , satu persatu massa berpulangan dan membubarkan diri.

Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa Ustad Sani menjelaskan, Jumat( 9/4), aksi unjuk rasa dibatalkan, sebab sasaran yang dituju sudah di tutup dan disegel oleh Pemkab Deli Serdang dan Pemkab Kab.Langkat.

Ketiga diskotik yang sangat meresahkan masyarakat, terutama masyarakat Binjai berdekatan dengan tiga lokasi tersebut. Faktor itu membuat masyarakat Binjai rela berunjuk rasa.

“Kami dari Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, mengucapkan terima kasih kepada seluruh Instansi terkait, baik dari Provinsi Sumatera Utara, Pemkab dan Pemko telah bersikap tegas menyegel ketiga Diskotik yaitu Sky Garden, Cafe Duku Indah dan Champion. Dengan disegelnya tempat itu, maka aksi kita batalkan,” tegas Sanni Abdul Fattah, Kordinator aksi lapangan Kota Binjai, saat menggelar Konprensi Pers di Binjai, Jumat( 9/4).

Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, berterima kasih atas respon ummat islam dan memohon maaf kepada masyarakat, terutama perwiritan yasin, majlis taklim dan kelompok pengajian atas partisipasi dan dukungannya untuk menutup diskotik itu.

Walau sudah ditutup dengan penyegelan, Sanni Abdul Fattah menegaskan pihaknya akan terus mengawasi ketiga diskotik.

Apabila membangkang dan masih beroperasi, kami pastikan akan kembali turun berdemo, Aliansi Aksi Penyelamat Umat dan Generasi Bangsa, meminta kepada aparat Penegak hukum, untuk menutup barak barak narkoba dan lokasi judi yang ada di sekitar Diskotik.

Ustad Sani didampingi perwakilan dari Kab.Deli Serdang dan Kab.Langkat menegaskan jika penutupan hanya bersifat sementara selama Bulan Suci Ramadhan, Ustadz Sanni berjanji tidak mentoleransinya. Perwakilana remaja masjid, dan berbagai jamaah yang mulai berdatangan ke GOR Jalan Jambi Binjai, walau kecewa batalnya aksi unjuk rasa, tetapi bersyukur ketiga lokasi maksiat itu sudah ditutup oleh pemerintah.

”Terima kasih Pak Gubsu, Pak Kapolda, Bapak Pangdam dan kepala daerah Kab.Deli Serdang dan Kab.Langkat yang sudah bertindak tegas,” ujar Ibu Teti.

Bahkan seorang pria berpeci menyebutkan sudah menyiapkan 6000 potong roti dan nasi bungkus. Tetapi pria itu tak mau menyebutkan nama dan jumlah nasi kotak.

Salah seorang remaja masjid menyarankan serahkan akepada anak yatim dan massa yang ada di dipinggiran GOR Binjai.

Sekelompok jamaah kaum ibu-ibu dari Binjai Selatan berharap permainan judi tembak ikan yang sudah masuk kampung-kampung hendaknya ditutup juga. (a12/C)

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2