Akses Jalan Memprihatinkan, Ibu Hamil Terpaksa Ditandu - Waspada

Akses Jalan Memprihatinkan, Ibu Hamil Terpaksa Ditandu

  • Bagikan
WARGA Dusun Nambadia, Desa Sihastonga, kec. Parlilitan menandu ibu hamil menuju faskes setempat. Waspada/Ist

DOLOKSANGGUL (Waspada): Akses jalan di Dusun Nambadia, Desa Sihas Tonga, Kec. Parlilitan, Kab. Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, kondisinya memprihatinkan. Warga yang bermukim di dusun tersebut seolah terisolir karena sulitnya akses kendaraan roda dua hingga roda empat. Ironisnya, warga yang mau berobat hingga mau melahirkan ditandu dari Nambadia ke fasilitas kesehatan di daerah itu.

Warga Desa Sihastonga, Arifin Tinambunan, 47, kepada Waspada via ponselnya, Kamis (24/6) malam mengakui bahwa akses di Desa Sihastonga masih sulit dilalui kendaraan. Bahkan jalan Dusun Nambadia desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua hingga roda empat. Selain medan jalan yang terjal dan menikung, jalan ke dusun yang dihuni sekitar 20 KK itu belum pernah tersentuh aspal, sejak Indonesia merdeka.

“Sangat memprihatinkan kondisi jalan Dusun Nambadia. Warga di sana sangat kewalahan membawa hasil pertanian Pasar Parlilitan. Ironisnya warga yang mau berobat ke fasilitas kesehatan harus ditandu termasuk ibu hamil (bumil) yang akan melahirkan di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Katanya, beberapa waktu lalu, warga dari Dusun Nambadia harus menandu bumil yang mau melahirkan di fasilitas kesehatan. Bumil tadi ditandu hingga ke jalan aspal selanjutnya dibawa ke Puskesmas Parlilitan.

Arifin juga mengeluhkan, sejauh ini petugas kesehatan di Poskesdes setempat sudah kosong sejak dua tahun terakhir. Kepada pemerintah, masyarakat setempat sudah mengusulkan tenaga kesehatan (nakes) di Poskesdes tersebut, namun hingga kini nakes masih saja kosong, sebut calon kades periode 2021-2027 itu.

Sementara itu, Pj Kades Sihastonga Derminawati Br Nainggolan kepada Waspada melalui selulernya, membenarkan akses jalan Dusun Nambadia yang memprihatinkan. Dermina Nainggolan pun mengakui, beberapa waktu lalu, ibu hamil, Fransiska Siani Waruwu istri dari Naek Harianja harus ditandu dari Nambadia ke fasilitas kesehatan.

Dia menjelaskan, warga yang bermukim di Nambadia sekitar 8-10 KK dan akses jalan yang terjal hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. “Untuk pembangunan jalan ini, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab melalui dana APBD. “Sudah kita usulkan, pihak PUPR sudah pernah survei untuk melakukan perbaikan jalan,” jelasnya tanpa merinci panjang jalan yang memprihatinkan ke Nambadia.

Terkait hal itu, Plt Kadis PUPR, Bernad Simamora saat dikonfirmasi via selulernya belum bersedia berkomentar, alasan masih baru menjabat Plt Kadis. “Saya belum bisa berkomentar lae, sebab saya masih baru menjabat Plt Kadis. Di sisi lain, Kabid Binamarga dan Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan masih kosong,” singkatnya. (cas)

 

  • Bagikan