716 ODHA Di Asahan Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

  • Bagikan

KISARAN (Waspada): Terhitung sejak 2010-2021 di Kab Asahan terdata sekitar 716 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), namun saat ini yang tersisa 273 orang, dan selebihnya ada yang meninggal, pindah tempat tinggal, dan hilang kontak.

Konsultan HIV/AIDS Kab Asahan dr Nini Deritana, Sp.S,FISR, didampingi Konselor Dini Lestari, saat berbincang dengan Waspada saat peringatan Hari AIDS Sedunia, Rabu (1/12), di ruangan Komite Medis RSUD Kisaran, menuturkan bahwa angka penyebaran penyakit ini meningkat. Bila dihitung secara kumulatif mulai 2010- 2021, terdata sebanyak 716 orang dengan pembagian 484 laki-laki dan 232 perempuan.

“Namun yang saat ini yang tersisa sebanyak 273 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 175 orang dan perempuan 98 orang, dan mereka ini secara rutin melakukan pengobatan jalan di RSUD Kisaran,” jelas Nini.

Sedangkan selebihnya, ada yang meninggal, pindah tempat, dan hilang kontak. Sehingga para pasien yang terdata ini, lanjut Nini, tetap dilakukan perawatan jalan dengan obat ARV (Antirotroviral) agar dapat menekan jumlah virus dalam darah, dan pendampingan agar tidak menularkan dan pengobatan mereka bisa berjalan dengan baik.

“Sejauh ini pengobatan berjalan dengan baik, dan ada pasien dalam perawatan dengan mengkonsumsi obat teratur dan pola hidup sehat bertahan hidup sampai saat ini sekitar sudah 15 tahun, ini menunjukkan obat berjalan dengan baik dalam tubuh pasien,” jelas Nini.

Disinggung dengan jumlah pasien anak-anak, kata Nini, dari 273 pasien yang berobat jalan, ada lima anak-anak. Namun yang menarik dari hasil pengobatan khusus untuk ibu hamil pasien HIV/AIDS , bila menjalani mengkonsumsi obat dengan baik dan teratur dari sejak awal kehamilan, hasil data menunjukkan bahwa anaknya bisa negatif HIV/AIDS,

“Itu terlihat dari pasien yang kami tangani, pasien yang hamil anaknya lahir sehat dan negatif HIV/AIDS, dan anak ini tetap menjalani pemeriksaan kesehatan hingga umur dua tahun,” jelas Nini.

1 Orang Positif Covid-19

Nini yang juga Koordinator Tim Medis Penanganan Covid-19 RSUD Kisaran, menjelaskan dari 273 ODHA, bahwa hanya satu orang yang positif Covid-19, dan menjalani perawatan medis, dan akhirnya sembuh. Selain itu hampir semua pasien ini sudah menjalani vaksinasi Covid-19, dan hingga saat mereka hidup dengan sehat.

“Padahal mereka paling rentan, namun faktanya dari 273 orang hanya satu orang positif Covid-19, dan sekarang sudah sembuh. Itu menunjukkan bahwa Prokes dan budaya hidup sehat itu sangat baik dalam melindungi diri,” jelas Nini.

Oleh sebab itu, Nini bersama timnya, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang menekan angka penyebaran HIV/AIDS, dan para ODHA ini jangan dikucilkan dalam kehidupan dan bisa diterima di lingkungan masyarakat. Karena virus ini tidak menularkan melalui berjabat tangan, bertukar pakaian, tinggal serumah, dan gigitan nyamuk. Tapi ditularkan dengan hubungan sex, bergantian jarum suntik, transfusi darah dan ibu hamil untuk kepada calon anaknya.

“Artinya jauhi penyakitnya, bukan orangnya,” kata Nini.

Nini juga menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai target disebut 3.0 (three zero), yang artinya pada 2030 nanti diupayakan tidak ada ditemukan kasus baru, dan tidak ada kematian, dan tidak ada yang hilang kontak atau komunikasi terhadap kasus HIV/AIDS.

“Ini target kita yang kita upayakan bisa tercapai pada 2030 nanti, sehingga digalakkan sosialisasi kepada masyarakat,” jelas Nini.

Sex Penular Utama

Sedangkan di lain tempat Plt Kadis Kesehatan Kab Asahan dr,Hari Sapna, menjelaskan penderita HIV/AIDS di Kab Asahan pada 2021 ini ditemukan sebanyak 98 orang dengan pembagian sebanyak pria 38 orang dan perempuan 11 orang, sehingga jumlah total yang dirawat jalan dan pengobatan ARV sebanyak 273 orang.

“Untuk penularan terbanyak adalah sex bebas, seperti wanita pekerja sex (WPS atau Heteroseksual), kemudian Laki-laki Sex dengan Laki-laki (LSL atau Homoseksual) dan selanjutnya transfusi darah dan lain-lain,” jelas Hari.

Hari menjelaskan, para ODHA terdata dari hasil pemeriksaan kesehatan (screening) kepada kelompok yang berisiko di fasilitas kesehatan yang ada di Asahan.

“Dan untuk pengobatan jalan di RSUD Kisaran,” jelas Hari. (a02/a19/a20)

Waspada/Sapriadi
Konsultan HIV/AIDS dr Nini Deritana, Sp.S,FISR, didampingi cosplay pocong, sedang melakukan sosialisasi HIV/AIDS dengan membagikan bunga dan brosur kepada pasien dan pengunjung RSUD Kisaran, dalam memperingati hari HIV/AIDS sedunia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *