7 Kakak Kelas Ditetapkan Tersangka Dugaan Pencabulan - Waspada

7 Kakak Kelas Ditetapkan Tersangka Dugaan Pencabulan

  • Bagikan
Tersangka Dugaan Pencabulan
Sebanyak 7 tersangka kasus dugaan pencabulan saat diamankan di Polresta Deliserdang. (Waspada/Ist).

DELISERDANG (Waspada): Penyidik Satreskrim Polresta Deliserdang telah melakukan gelar perkara dan tetapkan tersangka kasus dugaan pencabulan yang dilakukan kakak kelas siswa SMK di Batang Kuis terhadap adik kelasnya.

Dari 8 orang yang sebelumnya menjalani proses pemeriksaan, hanya tersisa 7 orang yang kini ditetapkan menjadi tersangka dugaan pencabulan.

“Dari 8 orang diduga pelaku hasil gelar perkara menetapkan 7 orang sebagai tersangka kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap korban,” kata Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi melalui Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus, Rabu (1/4) sore.

Dijelaskan Kompol Firdaus bahwasanya, 7 tersangka tersebut merupakan kakak kelas korban dengan masing-masing inisial YAS, DG, HS, MAT, SAH, RDP, RI. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya 7 tersangka tersebut di kenakan  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pasal 81 ayat 2 sub 82 ancaman hukuman 15 tahun penjara,”tegasnya.

Sementara itu sebelumnya orangtua korban dengan datang ke Polresta Deliserdang membuat laporan pengaduan ke Sentar Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Deliserdang, Selasa (31/3) sore.

Kehadiran orang tua korban, bersama korban berinisial D 15, yang merupakan warga Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, dengan didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang dan laporannya diterima LP/155/III/2020/Resta DS.

Ketua LPA Deliserdang Junaidi Malik mengatakan, ada sebanyak 7 orang pelajar SMK yang merupakan kakak kelasnya tersebut diduga telah memperkosa korban insial D sebanyak 2 kali dengan orang yang berbeda dan waktu yang berbeda. “Kejadian di dua kali peristiwa dengan hari yang berbeda,”katanya.

Dijelaskan Junaidi, awalnya dilakukan 4 orang kakak kelasnya di ruang praktek sekitar 16 Desember 2019. Kedua kalinya dilakukan 3 orang kakak kelasnya dengan orang yang berbeda, dan 18 Desember. “Ada lagi percobaan percobaan yang lain di awal Januari. Ya kita dampingi hari ini laporannya, visum dan kita akan kawal kasus ini,”jelasnya.

Junaidi pun menyebut, akibat kejadian itu, korban yang merupakan pelajar kelas X, trauma dan tidak mau melanjutkan sekolahnya lagi. “Sementara ini belum sekolah, ya di istirahatkan dululah,”sebutnya. (cel/a06).

  • Bagikan