Waspada
Waspada » 6.288 Siswa SMK Asahan Dan Batubara US Sistem Kombinasi
Pendidikan Sumut

6.288 Siswa SMK Asahan Dan Batubara US Sistem Kombinasi

6.288 Siswa SMK Asahan Dan Batubara US Sistem Kombinasi. Waspada/Dok
6.288 Siswa SMK Asahan Dan Batubara US Sistem Kombinasi. Waspada/Dok

KISARAN (Waspada): Sedikitnya terdaftar 6.288 siswa SMK kelas 12 di Kab Asahan dan Batubara mengikuti ujian sekolah (US), karena di tengah pandemi menggunakan sistem belajar Daring dan Luring atau kombinasi sesuai dengan kondisi sekolah.

Kepala Seksi SMK Cabdis Kisaran Disdik Pemprovsu Abdul Kadir Simorangkir, saat dihubungi Waspada.id, Rabu (24/3), menjelaskan, US berlangsung mulai 22-27 Maret 2021. Untuk Kab Asahan di 40 SMK terdaftar sebanyak 3.987 siswa, dan untuk di Kab Batubara ada 23 SMK sebanyak 2.301 siswa.

“Sehingga total sekolah Asahan dan Batubara baik itu negeri dan swasta ada 63 sekolah dengan total siswa yang terdaftar sebanyak 6.288 siswa,” jelas Kadir.

Kadir menjelaskan, karena di tengah pandemi Covid-19, berdasarkan laporan dari sekolah, ujian dilakukan banyak menggunakan dengan sistem Luring, siswa mengambil soal di sekolah dan dikerjakan di rumah, kemudian besoknya mengantar lembar jawaban sambil mengambil soal mata pelajaran berikutnya.

Sejauh ini dalam kegiatan belajar dan mengajar sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan RI No:4/2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, dan ditambah Surat Edaran Gubernur Sumut, sehingga pembelajaran dilakukan dengan sistem Daring dan Luring atau kombinasi, dengan Belajar Dari Rumah (BDR).

“Memang kita akui situasi saat ini luar biasa dari sebelumnya, karena di tengah pandemi, kegiatan belajar dan mengajar tatap muka belum diperbolehkan,” jelas Kadir.

Disinggung dengan penilaian hasil US dan lulus tidak lulus, Kadir mengatakan, dilihat dari siswa mengikuti proses belajar dan mengajar, dan nilainya dikalkulasikan. Karena pandemi, guru melihat disiplin siswa dalam mengikuti proses belajar Luring atau Daring, dan selanjutnya hasilnya dirapatkan oleh dewan guru untuk penentuan akhir.

“Kelulusan siswa wewenangnya ada di pihak sekolah, namun berdasarkan sistem penilaian yang berlaku,” jelas Kadir. (a19/a20)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2