Waspada
Waspada » 5 Satu Keluarga Tewas Akibat Terbakarnya Rumah Dan Gudang Elpiji Di P.Siantar
Sumut

5 Satu Keluarga Tewas Akibat Terbakarnya Rumah Dan Gudang Elpiji Di P.Siantar

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Lima korban yang masih satu keluarga terdiri pemilik, menantu dan cucu tewas akibat terbakarnya rumah bertingkat tiga yang sekaligus gudang tabung elpiji di belakang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), Jl. Penyabungan, Kel. Timbang Galung, Kec. Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (26/9) malam.

Korban tewas terdiri Aminuddin, 67, alias Ameng, wiraswasta, Yanti, 39, ibu rumah tangga, Clarissa Kie, 15, pelajar, Kenrick Kie, 12, pelajar dan Kenjiro Kie, 6, pelajar. Sementara, Hendra Kie, anak dari Aminuddin atau suami dari Yanti dan Riana, kakak Hendra, selamat dari peristiwa kebakaran itu, karena sedang bepergian ketika terjadi kebakaran.

Informasi dihimpun dari beberapa saksi mata seperti pelayan kafe dan warga sekitar lokasi peristiwa, seperti Affandi Munthe dan Syofian Noor menyebutkan, awalnya mereka mendengar suara ledakan sekali. Kemudian, terdengar lagi ledakan kedua yang disusul membubungnya api dari rumah dan gudang yang terbakar.

Warga sekitar dan yang melintas segera berhamburan ke arah rumah dan gudang yang terbakar. Saat mulai terbakarnya gudang, terdengar suara jeritan anak-anak dari lantai dua rumah. Namun, warga tidak bisa lagi mendekat akibat kobaran api yang sangat besar.

Hendra Kie dan Riana yang tiba di lokasi terbakarnya rumah dan gudang itu setelah mendapat informasi melalui telepon, hanya bisa menjerit dan menangis dan meminta-minta tolong, agar keluarga mereka yang terjebak dalam rumah dan gudang yang terbakar segera diselamatkan.

Tidak berapa lama, mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemko Pematangsiantar segera tiba di lokasi rumah dan gudang yang terbakar dan disusul mobil  Damkar perusahaan rokok utih STTC. Petugas Satpol PP bersama pihak kepolisian dari Polsek Siantar Barat dan Polres Pematangsiantar, pihak kelurahan dan kecamatan, BPBD Pemko dan lainnya segera tiba di lokasi dan bersama-sama petugas Damkar, berupaya memadamkan api.

Namun, sampai beberapa berjuang, api belum dapat dipadamkan dengan tuntas, hingga petugas mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam rumah. Akhirnya, bangunan rumah dan gudang yang terbakar dapat dimasuki dan lima korban ditemukan dalam keadaan meninggal pada Minggu (27/9) sekitar pukul 04:00 pagi.

Kabid Damkar Satpol PP Pemko Pematangsiantar Josua Sihaloho dan Kasi Ops Damkar Remaja Ginting menyebutkan korban Aminuddin ditemukan di kamar lantai satu dengan posisi lengket ke tong air yang terbuat dari plastik. Kemudian, korban Yanti bersama tiga anaknya ditemukan di lantai dua dalam posisi berdekatan. Petugas sempat kewalahan mengevakuasi korban Aminuddin, karena tubuhnya lengket ke tong air.

Akhirnya, seluruh korban dapat dievakuasi setelah dimasukkan ke dalam kantong dan dibawa menggunakan mobil BPBD ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk keperluan visum dan dibersihkan.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binangga Siregar melalui Kasubbag Humas Iptu Rusdi dan Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto menyebutkan terbakarnya rumah dan gudang tabung elpiji itu masih dalam proses penyelidikan.(a28/C).

Keterangan foto:

Kobaran api terlihat membakar rumah sekaligus gudang penyimpanan tabung elpiji di belakang Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jl. Penyabungan, Kel. Timbang Galung, Kec. Siantar Barat Kota Pematangsiantar, Sabtu (26/9) malam dan mengakibatkan lima satu keluarga tewas dan  dievakuasi pada Minggu (27/9) pukul 04:00.(Waspada-Edoard Sinaga/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2