Waspada
Waspada » 3 Terdakwa Warga Aceh Kasus Sabu 49 Kg Divonis Mati Di PN Lubukpakam
Sumut

3 Terdakwa Warga Aceh Kasus Sabu 49 Kg Divonis Mati Di PN Lubukpakam

 

DELISERDANG (Waspada): Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubukpakam menjatuhkan vonis hukuman mati kepada 3 terdakwa perkara 49,840 kilogram (Kg) narkotika jenis sabu-sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat pada Kamis (13/8/2020) di Jalan Dusun 19, Pasar IV Garmenia, Desa Klambir Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang.

Dalam persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Makmur Pakpahan didampingi hakim anggota Pinta Uli Tarigan dan Ramauli Hotnaria Purba, dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Deliserdang Nara Palentina Naibaho dan Kuasa Hukum terdakwa Budi Harianto Purba, di PN Lubukpakam, Kamis (10/6) sore.

Putusan kepada ketiga terdakwa dibacakan secara terpisah dengan cara online dengan para terdakwa yang berada di Lapas Lubukpakam, masing masing disebutkan vonis mati untuk terdakwa satu Munirwan alais Bang Pon 49, warga Dusun TGK Ciek Desa Reudeuep, Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireun Provinsi Aceh.

Kemudian terdakwa kedua, Iswandi alias Wandi 37, warga Dusun Tungku Datok Akub Desa Tingkeum Baro Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireun Provinsi Aceh dan ketiga Muhammad alias Amat Bin Yusuf 46, warga Dusun TGK Datok Acop Desa Tingkeum Baro, Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh.

Majelis hakim Makmur Pakpahan setelah membacakan putusan mati terhadap terdakwa satu dan dua, putusan yang sama juga dibacakan terhadap

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muhammad alias Amat Bin Yusuf dengan pidana mati,” tegas Majelis hakim Makmur Pakpahan.

Majelis hakim Makmur Pakpahan juga menyampaikan penjelasan bahwa
pelaksanaan hukuman mati tidak dapat dilaksanakan apabila terdakwa masih melakukan upaya hukum.

“Upaya hukum itu (ada) biasa dan (ada) upaya hukum luas biasa. Upaya hukum biasa meliputi banding, kasasi. Upaya hukum luar biasa berupa peninjauan kembali. Selain upaya hukum tersebut selesainya peninjauan kembali anda mempunyai hak untuk mengajukan garasi ke Presiden,” katanya kepada terdakwa.

“Sekarang kami tanyakan sikap saudara atas putusan ini, bagaimana ?, tanya Majelis hakim Makmur Pakpahan dengan dijawab terdakwa Banding. Selanjutnya hal yang sama dijawab JPU yakni Banding.

Sementara itu JPU Kejari Deliserdang Nara Palentina Naibaho SH MH menyampaikan, ketiga terdakwa yang dituntut hukuman mati secara keseluruhan vonis mati. “Hasil putusannya ada tiga terdakwa yang kita sidangkan sebelumnya dengan tuntutan mati dan putusannya ketiganya divonis mati,” kata Kasubsi Penuntutan Kejari Deliserdang itu.

Palentina pun mengakui, karena ketiga terdakwa melakukan upaya banding maka pihaknya juga melakukan hal yang sama. “Karena tuntutan sesuai dengan putusan dan hasilnya tadi para terdakwa lakukan upaya hukum banding dan kita dari penuntut umum juga melakukan banding,” tandasnya.

Sedangkan sebelumnya diungkapkan dalam persidangan terdakwa Munirwan alias Bang Pon selaku sopir truk dan Muhammad alias Amat bin Yusuf selaku kernet, truk Mitsubishi Fuso BL 8853 KU ditangkap tim Personel BNN Pusat, Kamis (13/8/2020), di Jalan Dusun 19 Pasar IV Garmenia Desa Klambir Kecamatan Hamparanperak Kabupaten Deliserdang.

Pengakuan 2 terdakwa, kemudian Personel BNN menangkap terdakwa Iswandi alias Wandi, dari Kampung Sukarejo Dusun Nelayan Kecamatan Langsa Timur Kabupaten Langsa-Aceh.

Dari rongga bak truk bermuatan kelapa itu diamankan 47 bungkus narkoba jenis sabu seberat 49.840 gram, yang selanjutnya akan dibawa dan dipasarkan ke Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya ketiga terdakwa mengakui bahwa aksi ketiga terdakwa dipandu oleh seorang narapidana yaitu Hermansyah alias Herman bin Ismail di Rutan Kelas I Palembang di Jalan Inspektur Marzuki Km 4,5 Pakjo Palembang. (a16).

Suasana sidang putusan kepada ketiga terdakwa dibacakan secara terpisah dengan cara online. Waspada/Edward Limbong

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2