28 Kg SS Diamankan Polres Asahan, Tersangka Diancam Hukuman Mati

  • Bagikan
Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, didampingi Dandim 0208/AS Letkol Inf.Sri Marantika Beruh, Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap, perwakilan BNNK Asahan, dan Kejari Asahan PN Kisaran, saat menunjukkan barang bukti 27 bungkus yang diduga SS dengan berat total 28 Kg yang berhasil diamankan Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama Sat Narkoba Polres Asahan. Waspada/Bustami Chie Pit
Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, didampingi Dandim 0208/AS Letkol Inf.Sri Marantika Beruh, Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap, perwakilan BNNK Asahan, dan Kejari Asahan PN Kisaran, saat menunjukkan barang bukti 27 bungkus yang diduga SS dengan berat total 28 Kg yang berhasil diamankan Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama Sat Narkoba Polres Asahan. Waspada/Bustami Chie Pit

KISARAN (Waspada): Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama Sat Narkoba Polres Asahan berhasil mengamankan 27 bungkus Narkoba diduga jenis sabu-sabu (SS) dengan berat sekitar 28.003.32 Gram (kurang lebih 28 Kg) di wilayah Kota Tanjungbalai, dengan mengamankan satu tersangka, dan dua orang lagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang masih diburu.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, didampingi Dandim 0208/AS Letkol Inf.Sri Marantika Beruh, Ketua DPRD Asahan Baharuddin Harahap, perwakilan BNNK Asahan, dan Kasat Narkoba Polres Asahan Nasri Ginting, saat Konferensi Pers, Jumat (3/9), menjelaskan bahwa tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama Sat Narkoba Polres Asahan, telah melakukan penyidikan selama kurang lebih dua bulan, dan akhirnya menggerebek sebuah rumah di Gg Sering, Lnk II, Kel keramat Kubah, Kec Seitualang Raso, Kota Tanjungbalai, pada 27 Agustus 2021 lalu, dan saat digeledah ditemukan satu karung di bawah meja berisikan 27 bungkus dengan kemasan Teh China, dan saat diperiksa isinya diduga SS.

Menurut Putu, saat penggerebekan rumah, pemilik rumah berhasil kabur, namun kurang dari 1 x 24 jam, tepatnya 28 Agustus 2021 pemilik rumah inisial NT, 39, berhasil dibekuk di Jln Ir. Juanda, Kec Kisaran Timur, Kab Asahan, saat akan kabur ke wilayah Provinsi Riau.

“27 bungkus yang diduga SS ini saat kita timbang beratnya mencapai 28.003,32 Gram atau sekitar 28 Kg lebih. Kita sudah mengirimkan sampelnya ke Laboratorium Forensik, dan kini kita masih menunggu hasilnya,” jelas Putu.

Hasil dari pemeriksaan awal, barang haram ini merupakan bagian dari jaringan internasional yang masuk dari perairan, ada orang yang ditugas untuk menjemput, ada yang menyimpan dan ada juga orang yang ditugas untuk menjual. Tersangka NT, sebagai penyimpan barang, dan dua orang lagi atasan tersangka diduga sebagai penjual, dan sudah ditetapkan sebagai DPO dan kini masih diburu.

“Untuk tersangka NT, disangkakan Pasal 114 ayat 2, Subsider pasal 112 ayat 2, UU No 35 /2009, Tentang Narkotika, ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana mati,” jelas Putu.

42 Bungkus Sudah Terjual

Putu juga menjelaskan, hasil keterangan tersangka, total SS yang disimpannya sebanyak 69 bungkus, dan yang sudah diambil diduga dijual sebanyak 42 bungkus, dan kini pihak tim gabungan masih melakukan pendalaman kasus. Selain itu NT dalam peredaran barang haram ini sudah tiga kali terlibat.

“NT sudah tiga kali melakukan perbuatan yang sama, menyimpan SS untuk dijual atas perintah dua orang yang DPO. Dua kali lolos dengan jumlah yang lumayan sekitar 10 kg. Dan Tersangka mendapat upah jasa yang cukup fantastis Rp1 juta per bungkus,” jelas Putu.

Oleh sebab itu Putu mengajak masyarakat dari segala lapisan untuk bergandengan tangan untuk memerangi Narkoba, karena untuk pemberantasan tidak bisa dilakukan sendiri, namun dilakukan dengan bersama-sama.

“Mari kita jaga diri, keluarga, dan masyarakat untuk terhindar dari Narkoba. Bila ada ditemukan peredaran Narkoba segera laporkan kepada petugas terdekat,” jelas Putu.

Sedangkan tersangka NT, tidak mau berbicara banyak, dan hanya mengaku dirinya hanya sebagai penyimpan barang, yang disuruh kerabatnya yang kini masih DPO.

“Saya hanya menyimpan barang untuk diambil lagi. Saya menyesal,” ujar NT singkat. (a02/a19/a20)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.