Waspada
Waspada » 2021 Sekolah Tatap Muka, Siswa Belajar Hanya 2 Jam
Pendidikan Sumut

2021 Sekolah Tatap Muka, Siswa Belajar Hanya 2 Jam

Kegiatan siswa SD Kec Simpang empat, Kab Asahan, melakukan sistem belajar Luring di salah satu rumah siswa. 2021 sekolah tatap muka, siswa belajar hanya 2 jam. Waspada/Ist
Kegiatan siswa SD Kec Simpang empat, Kab Asahan, melakukan sistem belajar Luring di salah satu rumah siswa. 2021 sekolah tatap muka, siswa belajar hanya 2 jam. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Dinas Pendidikan Kab Asahan mencanangkan mulai Januari 2021 kegiatan belajar dan mengajar di sekolah dilakukan tatap muka di tengah pandemi Covid-19 dengan durasi waktu sekitar 2 jam, namun demikian sarana dan prasarana sekolah harus memadai dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Kadis Pendidikan Kab Asahan Sofyan, saat berbincang dengan Waspada.id, Senin (30/11), menuturkan bahwa November dan Desember 2020 dilakukan sosialisasi terkait sistem belajar tatap muka ini kepada sekolah-sekolah yang ada di Asahan mulai tingkat SD dan SMP.

Kemudian membagikan formulir pendataan tentang sarana dan prasarana Prokes di sekolah, seperti ketersediaan alat cuci tangan untuk siswa, alat deteksi dini penyakit kepada siswa (alat pengukur panas), dan akses ke petugas medis dalam hal ini Puskesmas terdekat, bila ada siswa yang sakit. Kemudian elemen terpenting ada izin wali murid dalam melakukan kegiatan tatap muka.

Selain itu, kata Sofyan, dalam dalam pembelajaran ini siswa dalam satu lokal, dibagi dua sesi masuk kelas (50 persen siswa di lokal dalam satu sesi), karena saat belajar nanti siswa dalam lokal menjaga jarak.

“Berdasarkan kurikulum pembelajaran di tengah Covid, siswa satu kelas dibagi dalam dua sesi, sesi pertama masuk sekolah mulai pukul 07.30-09.00 WIB, dan sesi dua 09.30-12.00 WIB. Tidak ada waktu istirahat, dan setelah belajar siswa diperkenankan pulang. Sedangkan untuk kantin tidak dibolehkan dibuka,” ujar Sofyan menjelaskan program 2021 sekolah tatap muka.

Menurut Sofyan, itu standar sekolah yang akan melakukan tatap muka, sehingga sampai saat ini masih dilakukan pendataan, dan untuk sementara belum bisa dipastikan semua sekolah mulai tingkat SD dan SMP memenuhi standar itu, namun diperkirakan mencapai 75 persen.

“Bila sekolah memenuhi standar itu, dan mendapat izin dari wali murid, maka Dinas Pendidikan akan mengeluarkan izin tatap muka itu, sedangkan yang yang tidak memenuhi standar untuk tetap dilakukan sistem belajar Daring dan Luring. Karena pembelajaran kepada siswa tidak boleh tertinggal, namun keselamatan siswa jadi prioritas,” jelas Sofyan.

Oleh sebab itu, kata Sofyan, untuk menjamin kesehatan semua, siswa, guru, dan pegawai sekolah, harus memenuhi Prokes, karena di satu sisi keselamatan dan kesehatan memang penting, namun hak siswa mendapat pembelajaran tidak kalah penting.

“Sehingga dalam belajar tatap muka nanti, guru disarankan selain memakai masker lebih baik memakai pelindung wajah, sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan aman dan baik,” jelas Sofyan.

Disinggung kepada guru akan dilakukan rapid tes atau swab sebelum belajar tatap muka, Sofyan mengatakan sampai saat ini belum mengarah ke bagian itu, dikarenakan Dinas Pendidikan tidak mempunyai anggaran untuk melakukan rapid tes dan swab pada guru.

“Namun demikian kita akan melakukan konsultasi dengan Satgas Covid-19 di Asahan, untuk tindak lanjutnya,” jelas Sofyan. (a02/a19/a20)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2