Waspada
Waspada » 2 Meninggal Selama Ops Patuh Di Wilkum Tapsel
Sumut

2 Meninggal Selama Ops Patuh Di Wilkum Tapsel

Waspada/Ist Personel Sat Lantas Polres Tapsel memeriksa kelengkapan kendaraan yang melintas saat pelaksanaan Ops Patuh Toba 2020.

P. SIDIMPUAN (Waspada): Selama 14 hari berjalan Operasi Patuh Toba 2020 di wilayah hukum (wilkum) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), dua orang pengemudi meninggal dunia dalam kecelakaan lalulintas.

Kapolres Tapsel, AKBP Roman Smaradhana Elhaj melalui Kasat Lantas, AKP Soya Lato, Jumat (7/8) mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2020 di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), pihaknya mengeluarkan sebanyak 55 set penindakan langsung (tilang) dan 135 set teguran.

“Perincian jenis pelanggaran yakni tidak memakai helm sebanyak 43 dan roda empat tidak pakai sabuk pengaman (safety belt) sebanyak 12 pelanggaran,” jelasnya.

Kasat menuturkan, untuk kecelakaan lalulintas di wilayah Paluta sebanyak tiga kasus, diantaranya satu pengemudi meninggal dunia, dua korban luka berat dan empat korban luka ringan.

“Barang bukti tilang yakni sebanyak 26 tilang Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 29 tilang STNK,” katanya.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Tapsel, lanjut Kasat, sebanyak 238 set tilang dikeluarkan dan teguran sebanyak 579, dengan perincian tidak pakai helm sebanyak 207, safety belt 10 dan melebih muatan sebanyak 21 pelanggaran.

“Sebanyak 97 SIM, 120 STNK dan sepedamotor 21 unit disita sebagai barangbukti pelanggaran,” jelasnya.

Untuk laka lantas, lanjutnya, sebanyak dua kasus dengan satu korban meninggal, satu korban luka berat dan satu korban luka ringan.

“Ada tren penurunan kasus bila dibandingkan dengan tahun lalu. Melalui pelaksanaan Ops Patuh Toba 2020 ini, diharapkan masyarakat dapat menyadari pentingnya keselamatan dan ketertiban dalam berlalulintas,” ujarnya.

Selain itu, Ops Patuh Toba pada tahun ini, menurut Kasat, tergolong berbeda dengan tahun sebelumnya, karena selain memberikan tindakan yang persuasif dan humanis, petugas dilapangan juga mengajak masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan pemerintah dalam penanganan Covid-19 guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. (a33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2