Waspada
Waspada » 2.445 Pemilih Tidak Terdaftar Di DPT Memilih Pakai KTP Dan Suket
Headlines Sumut

2.445 Pemilih Tidak Terdaftar Di DPT Memilih Pakai KTP Dan Suket

Rapat pleno terbuka KPU Kota Pematangsiantar tentang rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dilaksanakan KPU dan dipimpin Ketua KPU Daniel Manompang Dolok Sibarani (lima kanan), di lantai enam Ballroom Sapadia Hotel, Jl. P. Diponegoro, Rabu (16/12) mulai pagi sampai malam serta diakhiri dengan foto bersama KPU, Bawaslu, Lembaga Pemantau, saksi Paslon dan lainnya. 2.445 Pemilih Tidak Terdaftar Di DPT Memilih Pakai KTP Dan Suket. Waspada/Edoard Sinaga
Rapat pleno terbuka KPU Kota Pematangsiantar tentang rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dilaksanakan KPU dan dipimpin Ketua KPU Daniel Manompang Dolok Sibarani (lima kanan), di lantai enam Ballroom Sapadia Hotel, Jl. P. Diponegoro, Rabu (16/12) mulai pagi sampai malam serta diakhiri dengan foto bersama KPU, Bawaslu, Lembaga Pemantau, saksi Paslon dan lainnya. 2.445 Pemilih Tidak Terdaftar Di DPT Memilih Pakai KTP Dan Suket. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): 2.445 pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), memilih dengan memakai Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan Surat Keterangan (Suket) saat Pilkada serentak tahun 2020, dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar pada Rabu (9/12) lalu.

Sementara, kejadian khusus akibat kekurangjelian KPPS dalam pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara, dilakukan perbaikan jumlah pemilih di TPS 3, Kel. Bane, Kec. Siantar Utara, di mana KPPS menuliskan pemilih laki-laki 166 dan pemilih perempuan 166, padahal seharusnya laki-laki 167 dan perempuan 165 serta diperbaiki saat rekapitulasi tingkat kota.

Begitu juga kejadian yang sama di TPS 15 dan TPS 19, Kel. Setia Negara, Kec. Siantar Sitalasari dan TPS 15 Kel. Siopatsuhu, Kec. Siantar Timur. Sementara, di TPS 9 Kel. Pardomuan, Kec. Siantar Timur, dilakukan perbaikan surat suara yang dikembalikan, di mana disebutkan tujuh, seharusnya nol dan di TPS 17 Kel. Siopatsuhu, Kec. Siantar Timur, jumlah surat suara yang diterima disebutkan 399, seharusnya 405. Semua kejadian khusus itu diperbaiki saat rekapitulasi tingkat kota, sedang kejadian khusus saat rekapitulasi tingkat kecamatan, menurut PPK sudah diperbaiki.

Jumlah pemilih tidak terdaftar dan kejadian khusus itu diungkapkan delapan PPK dari Kec. Siantar Utara, Siantar Barat, Siantar Timur, Siantar Selatan, Siantar Marihat, Siantar Martoba, Siantar Sitalasari dan Siantar Marimbun dalam rapat pleno terbuka KPU tentang rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2020 di lantai enam Ballroom Sapadia Hotel, Jl. P. Diponegoro, Rabu (16/12) mulai pagi sampai malam.

Rapat yang dihadiri Forkopimda, saksi pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ir. Asner Silalahi, MT dan dr. Susanti Dewayani, SpA serta diawasi Bawaslu dan Lembaga Pemantau, diskors tiga kali untuk sholat, makan siang dan malam. Semua rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tidak mendapat tanggapan dari saksi Paslon, Bawaslu dan Lembaga Pemantau.

Ketua KPU Pematangsiantar Daniel Manompang Dolok Sibarani didampingi empat komisioner KPU, menetapkan perolehan suara Paslon sebanyak 87.773 suara, sedang kolom kosong sebanyak 25.560 suara dan suara tidak sah sebanyak 1.926 suara.

“Jumlah pengguna hak pilih yang hadir di TPS sebanyak 115.219 dari DPT 180.490. Artinya, dari sini dapat kita ukur, partisipasi pemilih di Pematangsiantar sebanyak 62,98 persen. Kemudian, pemilih disabilitas sebanyak 108 yang menggunakan hak pilihnya,” sebut Daniel.

Menurut Daniel, setelah ditetapkannya hasil rekapitulasi itu, langkah selanjutnya  mengumumkan pemenang Pilkada. “Namun, jika ada hal yang hendak dikoreksi dari penetapan hasil pemungutan suara, diberikan waktu tiga hari kerja kepada Lembaga Pemantau dan Saksi Paslon meregistrasikannya ke Mahkamah Konstitusi.”

“Kita persilahkan kepada Lembaga Pemantau dan saksi Paslon, jika ada hal yang mau dikoreksi dari hasil rekapitulasi ini. Silahkan mendaftarkan atau meregistrasikannya di Mahkamah Konstitusi. Namun, jika tidak ada gugatan, lima hari setelah pengumuman dari Mahkamah Konstitusi, kita akan menetapkan Paslon terpilih di Pematangsiantar,” sebut Daniel.

Berkaitan dengan penetapan hasil penghitungan suara itu, Calon Wali Kota Asner Silalahi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada masyarakat, karena memberikan kepercayaan untuk memimpin Pematangsiantar dan juga sangat berterimaksih kepada seluruh komisioner KPU, PPK, PPS dan KPPS, Baswalu maupun Panwas atas seluruh kerja keras mereka, hingga penyelenggaraan Pilkada berjalan baik dan sukses.

“Saya pribadi sangat berterimakasih pada Polres Pematangsiantar dan TNI serta semua yang terlibat dalam menjaga keamanan pelaksanaan Pilkada. Saya meminta doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar kelak dapat menjalankan roda pemerintahan yang baik, hingga Pematangsiantar lebih maju dan mantap,” imbuh Asner.

Sebelumnya saat pembukaan, Pemko melalui Staf Ahli Wali Kota Daniel H Siregar mengapresiasi Pilkada Pematangsiantar tahun 2020 telah berjalan aman, kondusif dan sejauh ini belum ada ditemukan indikasi pembentukan klaster baru penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pilkada cukup kondusif, berkat kerja keras semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KPU dan Bawaslu beserta seluruh jajarannya, terlebih-lebih kepada Polres Pematangsiantar serta Kodim 0207/Simalungun, hingga terlaksana Pilkada 9 Desember lalu dengan aman dan kondusif,” imbuh Daniel.

Menurut Daniel, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Mendagri agar pemerintah kabupaten/kota dan provinsi segera mengantisipasi kerumunan pasca Pilkada. “Kami berkoordinasi terus dengan aparat keamanan, Polres, Kodim dan Satpol PP. Sampai hari ini belum ada ditemukan indikasi pengumpulan massa yang berimbas kepada pembentukan klaster baru Covid-19 di Pematangsiantar.”

Mengenai kondisi pandemi Covid-19, menurut Daniel,  saat ini masih fluktuatif.  “Dalam waktu dekat, kami dari gugus tugas akan berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mengantisipasi lonjakan pandemi saat liburan menjelang Natal dan tahun baru. Pada kesempatan ini, kami mengharapkan apa yang kita mulai dari penghitungan di tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat kota, sampai nanti kepada penetapan, semuanya berjalan lancar. Ini semua bisa terlaksana bila kita semua saling bergandengan tangan.”(a28/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2