17 Orang Positif COVID-19 Dalam Satu Desa Di Simalungun - Waspada

17 Orang Positif COVID-19 Dalam Satu Desa Di Simalungun

  • Bagikan
Ketua GTPP COVID-19 yang juga Bupati Simalungun, JR Saragih dan Wakil Ketua Gugus yang juga Dandim 0207/SML, sedang menyaksikan pengambilan sampel darah warga Tanjung Hataran untuk dilakukan rapid test, Senin (15/6). Waspada/Ist
Ketua GTPP COVID-19 yang juga Bupati Simalungun, JR Saragih dan Wakil Ketua Gugus yang juga Dandim 0207/SML, sedang menyaksikan pengambilan sampel darah warga Tanjung Hataran untuk dilakukan rapid test, Senin (15/6). Waspada/Ist

SIMALUNGUN (Waspada): Pasca ditemukannya 17 orang dalam satu desa terpapar atau positif COVID-19 hasil swab, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 yang juga Bupati Simalungun, JR. Saragih, langsung bertindak cepat memimpin pelaksanaan rapid test massal dan penyemprotan disinfektan di Dusun (Huta) II, Desa (Nagori) Tanjung Hataran, Kec. Bandar Huluan, Senin (15/6).

Rapid test massal dan penyemprotan disinfektan ini dilakukan untuk tracing penyebaran virus COVID-19 di desa itu dan sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Salah seorang warga Tanjung Hataran sedang menjalani rapid test. Waspada/Ist
Salah seorang warga Tanjung Hataran sedang menjalani rapid test. Waspada/Ist

Ketua GTPP COVID-19 Kab. Simalungun didampingi Wakil Ketua, Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, Sekdakab Simalungun Mixnon A Simamora dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Lidya Saragih menyampaikan, rapid test massal ini dilakukan karena adanya warga desa ini yang berobat ke Kota Pematangsiantar.

Ketika berobat tersebut, mereka dilakukan rapid test oleh salah satu Rumah Sakit dan hasilnya positif. Karena positif hasil rapid test maka mereka dirujuk ke RSUD Perdagangan.

“Di RSUD Perdagangan kemudian di uji swab dan hasilnya positif COVID-19, karena itu dilakukan rapid test di wilayah ini. Dari 200 sampel hari ini, sebanyak 16 orang dinyatakan reaktif, dan pemeriksaan masih berjalan. Semuanya yang positif rapid test akan kita rujuk ke RSUD Perdagangan untuk dilakukan uji swab,” ujar Bupati.

Ditambahkan Bupati, bahwa wilayah ini merupakan wilayah pertama yang terbanyak pasien positif di Kab. Simalungun, sehingga wilayah tersebut akan diisolasi. Hal ini sebagai langkah pencegahan dalam memutus penyebaran COVID-19.

Bupati Simalungun melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu rumah warga Tanjung Hataran. Waspada/Ist
Bupati Simalungun melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu rumah warga Tanjung Hataran. Waspada/Ist

“Wilayah ini akan kita isolasi selama 14 hari. Aktivitas keluar masuk warga akan diawasi secara ketat. Selama 14 hari ke depan, TNI dan Polri serta Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya akan kita siagakan untuk memantau dan memenuhi kebutuhan sebanyak 350 Kepala Keluarga selama diisolasi,” tambah Bupati.

Bupati juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tetap menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan.

“Wilayah ini sudah masuk dalam kategori bahaya. Karenanya, kita harus bekerja bersama memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 dengan tetap menjaga dan terapkan selalu protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” tegas JR Saragih.

Bupati juga menambahkan bahwa Pemerintah telah siap sedia memberikan pelayanan dan bantuan dalam mengatasi penyebaran COVID-19 di Simalungun.

“Jangan takut dirawat di Rumah Sakit. Pelayanan di Rumah Sakit kita usahakan sebaik dan senyaman mungkin untuk mempercepat kesembuhan pasien,” tambahnya lagi.(a27)

  • Bagikan