Waspada
Waspada » 15 Warga Karo Korban Sinabung Terancam Tidak Mendapat Bantuan Kemensos
Headlines Sumut

15 Warga Karo Korban Sinabung Terancam Tidak Mendapat Bantuan Kemensos

Surat Kadis Sosial Kabupaten Karo kepada Kepala Desa untuk warga korban erupsi Gunung Sinabung. 15 Warga Karo Korban Sinabung Terancam Tidak Mendapat Bantuan Kemensos. Waspada/Ist
Surat Kadis Sosial Kabupaten Karo kepada Kepala Desa untuk warga korban erupsi Gunung Sinabung. 15 Warga Karo Korban Sinabung Terancam Tidak Mendapat Bantuan Kemensos. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada): 15 warga Karo yang menjadi korban erupsi Gunung Sinabung asal Kec. Namanteran dan Kec. Tiganderket, terancam tidak mendapatkan bantuan dari Kemensos berupa Isian Hunian Tetap (Huntap) pada program relokasi III sejumlah Rp3 juta/KK.

Pasalnya, hingga Kamis (18/2) sore, Dinas Sosial Kabupaten Karo dan BNI Cabang Kabanjahe belum mengeluarkan surat pemberitahuan secara resmi kepada Kepala Desa Sigarang-garang, Kepala Desa Sukanalu, Kepala Desa Kuta Gunung Kec. Namanteran dan Kepala Desa Mardingding Kec. Tiganderket perihal konpensasi pertambahan waktu masa pencairan.

15 warga Karo korban erupsi Sinabung yang belum menerima Isian Huntap itu, 1 orang dari Desa Mardingding, 9 orang warga Sigarang-garang, 4 orang warga Desa Sukanalu dan 1 orang warga Desa Kuta Gugung.

Pelin Depari, salah seorang calon ahli waris kepada Waspada.id, Kamis (18/2) sore, mengaku belum dapat mencairkan bantuan Kemensos akibat terkendala surat-surat penyerta dari Kepala Desa Kuta Gugung Kec. Namanteran.

Depari berharap mendapat konpensasi waktu agar dapat menyelesaikan surat-surat dokumen supaya bantuan dapat dimanfaatkannya untuk Isian Huntap sebagaimana mestinya.

Sebab surat pemberitahuan batas waktu pencairan di Bank Sumut Cabang Kabanjahe, telah disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karo kepada penerima manfaat melalui Kepala Desa dan menyatakan paling lambat Senin, 22 Pebruari 2021, bantuan tersebut sudah diambil, dan bila pada batas waktu yang ditentukan itu tidak diambil, maka Kemensos akan menarik bantuan itu untuk disetor ke kas negara maka tidak dapat diambil atau diusulkan kembali, jelasnya.

Hasil investigasi Waspada.id di lapangan, kendala pencairan Isian Huntap bagi korban erupsi Sinabung, akibat sebagaian besar dari mereka telah meninggal dunia, sedangkan anak-anak mereka sebagai calon ahli waris belum sepakat membuat sebuah pertemuan dengan para Kepala Desa guna menyelesaikan administrasi dokumen sebagai salah satu persyaratan untuk pencairan isian Huntap di Bank BNI Cabang Kabanjahe.

Kepala Desa Sigarang Andi Ginting, Kepala Desa Sukanalu Tosa Sitepu dan Kepala Desa Kuta Gugung Paska Ginting saat dihubungi Waspada.id secara terpisah membenarkan ada warganya belum mencairkan bantuan Kemensos untuk isian hunian tetap (Huntap) sebesar Rp3 juta/KK.

Hampir sebahagian besar penerima bantuan Kememsos (Isian Huntap) sudah meninggal dunia, namun untuk menentukan siapa sebagai ahli waris penerima bantuan Kemensos, harus ada kesepakatan dari anak-anaknya untuk mengatasi persoalan baru yang bisa timbul di belakang hari, kata mereka.

“Jika mereka (anak-anak) calon ahli waris sepakat atas nama siapa disalurkan bantuan itu, prosesnya lebih cepat. Kendalanya, mereka sampai saat ini belum datang ke kantor berjumpa dengan Kepala Desa masing-masing, sehingga surat yang dibutuhkan seperti diminta pihak bank belum terpenuhi. Kepala Desa tidak berani membuat kebijakan sendiri terhadap warganya tentang penetapan ahli waris, guna mencegah munculnya polemik di antara anak-anak penerima yang telah meninggal dunia, sebab ada di antara calon ahli waris berada di luar Pulau Sumatera,” kata Tosa Sitepu.

“Proses dokumen yang dibutuhkan untuk pencairan isian Huntap sebenarnya tidak ada, namun karena pihak anak-anak (calon ahli waris) belum menjumpai Kades, tentunya proses belum bisa dilakukan, karena butuh kesepakatan di antara mereka,” sebut Paska Ginting, Kades Kuta Gugung.

Informasi ini terkuak pasca kemunculan surat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karo, dengan nomor 460/150/Dinsos/2021 tertanggal surat 10 Pebruari 2021, perihal pemberitahuan batas pengambilan bantuan isi hunian tetap yang membuat keluarga korban sebagai penerima bantuan menjadi resah karena terancam tak dapat bantuan bila tidak difasilitasi kepala desa setempat dengan dokumen yang dibutuhkan dalam pencairan bantuan.

Ditambahkan Paska Ginting, selain Isian Huntap, korban erupsi Sinabung juga mempunyai hak-hak lain, termasuk rumah (Huntap), lahan usaha tani (LUT). Maka, diharapkan adanya pertemuan antara mereka (para ahli waris dengan Kades) agar semua kebutuhan dokumen dapat terselesaikan secepatnya. Pemerintahan Desa tidak akan menyulitkan warganya untuk mendapatkan haknya, tetapi menjaga persoalan agar tidak timbul di belakang hari, ujarnya.

Plt. Kalak BPBD Karo Nail Perangin-angin SH menyebutkan, semua korban erupsi Sinabung memiliki hak yang sama di mata pemerintah. Salah satupun dari mereka tidak dapat terpisahkan dalam mendapatkan haknya. Bila persoalannya harus ada konpensasi pertambahan waktu, tentunya akan diupayakan agar bantuan itu semua terealisasi, kata Perangin-angin.

Kadis Sosial Kabupaten Karo Benyamin Sukatendel melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Ely br Perangin-angin kepada Waspada.id membenarkan 15 orang korban erupsi Sinabung belum mencairkan bantuan di Kemensos dan untuk mengingatkan mereka telah dilayangkan surat kepada kepala desanya masing -masing agar mencairkan bantuan itu sebelum ditarik Kemensos.

Surat Bank BNI Cabang Kabanjahe. Waspada/Ist
Surat Bank BNI Cabang Kabanjahe. Waspada/Ist

Disinggung tentang konpensasi pertambahan waktu agar pengungsi dapat merampungkan surat yang dibutuhkan bank, Ely mengatakan untuk segera berkoordinasi dengan pihak Bank BNI Cabang Kabanjahe.

Ia juga menceritakan hasil koordinasi virtual dengan pihak Kemensos beberapa hari lalu terkait lambatnya pencairan Isian Huntap. Pihak Kemensos merasa kebingunan terhadap karakteristik orang Karo, sebab bantuan sudah di dalam rekening masing-masing tetapi mengapa tidak segera diambil, padahal daerah lain, kenyataanya berbeda jauh, jelasnya.

Keterangan yang diperoleh Waspada.id dari Bank BNI Cabang Kabanjahe, David Sembiring menyebutkan,  BNI akan melaksanakan tugasnya sebagai penyalur bantuan, namun berbicara mengenai konpensasi pertambahan waktu masa pencairan bantuan untuk 15 korban Sinabung, BNI tidak bisa menetapkan secara sepihak, tentunya ada surat dari Dinas Sosial Kabupaten Karo sebagai dasar, terang David Sembiring. (a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2