Waspada
Waspada » 10 Guru MIS Al Washliyah Binjai Mundur
Pendidikan Sumut

10 Guru MIS Al Washliyah Binjai Mundur

Juli Iswanto. 10 Guru MIS Al Washliyah Binjai Mundur. Waspada/Ist
Juli Iswanto. 10 Guru MIS Al Washliyah Binjai Mundur. Waspada/Ist

BINJAI (Waspada) : 10 guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta( MIS) Al Washliyah di Jalan Perintis Kemerdekaan Binjai mengundurkan diri. Surat pernyataan pengunduran para guru dikirimkan kepada Pengurus Wilayah Al Jamiatul Washliyah tertanggal 17 Juli 2021.

PIhak guru MIS Al-Washliyah Kota Binjai menjelaskan, Rabu ( 21/7), pengunduran diri mereka akibat tidak nyaman dengan kebijakan Majelis Pendidikan PD Al Wasliyah Kota Binjai yang bisa merusak cita-cita Al Washliyah sebagai organisasi keagamaan dan pendidikan serta sosial. Surat pernyataan 10 guru itu juga meminta Juli Iswanto tetap dipercaya sampai 2024 sebagai Kepala MIS Al Washliyah sesuai SK Majelis Pendidikan Al Washliyah Kota Binjai No. 451/MP.PD.AW/B/V/2020.

Juli Iswanto yang merupakan guru berprestasi nasional menyatakan mundur akibat tidak nyaman pada periode kepemimpinan PD Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Binjai saat ini, Juli Iswanto, telah mendapatkan dua surat dari Majelis Pendidikan Pengurus Daerah Al-Jam’iyatul Washliyah (MP PD Al-Washliyah) Kota Binjai saat ini yakni tertanggal 28 Juni dan 07 Juli 2021 yang meminta segera dilakukan Pemilihan Kepala MIS Al-Washliyah Kota Binjai.

“Kenapa harus pemilihan, sebab SK saya berakhir 2024, ditandatangani Ketua Majelis Pendidikan Al Wasliyah Kota Binjai Dr. Zaini Dahlan dan Sekertaris Muhammad Iqbal Syaiful,” ujar Juli. Tetapi Majelis Pendidikan Al Washliyah tidak melihat SK tersebut, sehingga Majelis Pendidikan dengan Ketua Zulham Siregar dan Sekertaris Azhar Harahap meminta pemilihan dan ikut campur di sekolah. Hal itu membuat kerancuan, sehingga Juli Iswanto menyatakan mundur dari Kepala MIS Al Washliyah.

Apalagi biaya administrasi pembuatan SK Guru Tahun Ajaran 2021-2022, sebelumnya hanya berkisar Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, tahun ini naik menjadi Rp200 ribu sampai Rp250 ribu. Hal ini bertentangan dengan Sistem Pendidikan Al Washliyah (SPA).

Para guru menyesalkan dan merasa sulit, terlebih saat ini masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang tentunya keadaan ekonomi masyarakat masih dalam keadaan yang tidak baik. Al-Jam’iyatul Washliyah merupakan organisasi Islam yang harusnya mampu memberikan kemudahan kepada anggotanya atau para dewan guru yang mengabdi di Pendidikan Al-Jam’iyatul Washliyah. Tidak hanya itu, Majelis Pendidikan Al Washliyah Binjai tetap memaksa guru guru agar bersedia menjadi Plt Kepala Madrasah, akan tetapi hampir semua guru menolak sehingga berujung kepada tindakan ancaman pemecatan.

Sikap MP PD Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Binjai berdampak kepada keresahan para orang tua siswa. Hal ini dapat dilihat dengan kegiatan atau program belajar yang menjadi semakin tidak kondusif dan efektif. Terlebih lagi hal tersebut mengakibatkan beberapa siswa keluar dari MIS Al-Washliyah Kota Binjai. Pada intinya, sikap MP PD Al-Jamiyatul Washliyah Kota Binjai membuat menurunnya kepercayaan masyarakat kepada MIS Al-Washliyah Kota Binjai.

Atas sikap dan kebijakan MP PD Al-Jamiyatul Washliyah Kota Binjai tersebut, kini 10 orang guru MIS Al-Washliyah Kota Binjai menyatakan mengundurkan diri dari MIS Al-Washliyah Kota Binjai. Keputusan dewan guru tersebut yang mengundurkan diri tentunya ingin menjalani hidup lebih baik dan lebih tenang, terutama dalam bekerja. Surat pernyataan mengundurkan diri dan problem di MIS Al Wasliyah Binjai dikirimkan kepada MP PB Al Washliyah.

Komite sekolah yang dipimpin oleh ketuanya Burhan serta anggota Syafruddin Musdar dan Amril Amin menyatakan sangat prihatin dengan kondisi MIS Al Washliyah yang merupakan madrasah terbaik di Kota Binjai.(a12/C)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2