SMK Favorit Di Aceh Singkil Memperihatinkan

SINGKIL (Waspada): SMK Negeri Kelautan dan Perikanan di Kec. Kuala Baru Aceh Singkil, tiga tahun lalu salah satu sekolah favorit dan berprestasi. Kini dalam kondisi memprihatinkan.

SMK Favorit Di Aceh Singkil Memperihatinkan
INILAH kondisi SMK Kelautan dan Perikanan Kec. Kuala Baru Kab. Aceh Singkil. Waspada/Arief H

Informasi dihimpun Waspada, SMK Kuala Baru jurusan Bidang Agribisnis Perikanan itu saat ini memiliki jumlah diperkirakan 40 orang siswa. Dengan fasilitas, diantaranya 6 ruang belajar dan 10 rumah dinas, termasuk lengkap mushalla dan aula pertemuan.

Ironisnya, sekolah yang masuk dalam kawasan terluar, terdalam dan tertinggal (3T), kini kondisinya minim siswa dan beberapa fasilitas lantai gedung terkelupas. Hal ini mendapat perhatian dari semua kalangan, termasuk camat setempat.

“Apalagi, kini sekolah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Kuala Baru khususnya, maupun Aceh Singkil, saat ini merosot drastis,” kata Agam Sarbaini salah satu putra kelahiran Kuala Baru, saat berbincang dengan Waspada, Selasa (8/10).

Agam menyebutkan SMK itu harapan masyarakat Kec. Kuala Baru. Sehingga dikhawatirkan jika terus dibiarkan. Sesuai aturan, selama 3 tahun berturut minim siswa, sekolah tersebut akan ditutup.

“Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Aceh Singkil itu juga berharap agar pihak provinsi bisa menggenjot kembali meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut,” kata Agam yang menyebutkan murid di sekolah tersebut saat ini hanya di bawah 50 orang.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kuala Baru Syam’un Nasution mengatakan, sebelumnya kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh, wilayah Aceh Singkil-Subulussalam bersama rombongan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh beberapa hari yang lalu, melihat langsung kondisi sekolah tersebut. “Alhamdulillah mendapat respon positif dan akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Katanya, dalam waktu dekat ini, pihaknya bersama dewan guru akan bermusyawarah menindaklanjuti percepatan kemajuan yang selama ini menjadi hambatan di SMK Kuala Baru.

Apalagi beberapa saat yang lalu hasil pertemuan camat se-Aceh dengan Sekda Aceh Taqwallah, yang mendapat dukungan penuh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Di mana Pemprov saat ini memiliki program ‘BEREH’. Melalui program ini akan disesuaikan di semua lingkup jajaran.

“Tidak ada lagi yang namanya SMK ini tanggung jawab provinsi maupun kabupaten, namun sekolah saat ini harus menjadi tanggung jawab dan hak penuh kecamatan,” ujar Syam’un.

Katanya, ‘BEREH’ merupakan program Pemprov Aceh Bersih, Rapi, Estentif, dan Hijau yang diterapkan disemua lini. Mulai dari desa hingga fasilitas umum, termasuk sekolah-sekolah di ruang lingkup kecamatan. (cah)