Siswi SMPN I Tanjung Beringin  Penderita Tumor Meninggal

TANJUNGBERINGIN (Waspada): Reni, siswi kelas IX 2 SMPN I Tanjung Beringin Kec. Tanjung Beringin Kab. Serdang Bedagai (Sergai) penderita tumor, meninggal dunia Kamis (8/8) dinihari sekira pukul 02:30. Almarhumah disemayamkan di rumah duka Dusun V Desa Nagur Kec.Tanjung Beringin.

Siswi SMPN I Tanjung Beringin  Penderita Tumor Meninggal
KADISDIK Sergai Drs Joni Walker Manik MM, Ketua dan Sekretaris Dewan Pendidikan Sergai Agus Marwan dan Abdul Firman, Kabid Pembinaan SD, Drs Jon Lukman, Korwil Tanjung Beringin Henci Siregar SPd, Kepala SMPN I Tanjung Beringin Sabar Simanjuntak SPd saat takjiah di kediaman almarhumah Reni di Dusun V Desa Nagur Kec. Tanjung Beringin, Kamis (8/8) pagi. (Waspada/Abdul Malik)

Tampak bertakziah di rumah duka Kadisdik Sergai Drs Joni Walker Manik MM, Ketua  dan Sekretaris Dewan Pendidikan Sergai Agus Marwan dan Abdul Firman, Kabid Pembinaan SD, Drs Jon Lukman, Korwil Tanjung Beringin Henci Siregar SPd, Kepala SMPN I Tanjung Beringin Sabar Simanjuntak SPd, Camat Tanjung Beringin M. Fahmi serta para guru SMPN I Tanjung Beringin.

Kadisdik Joni Walker di hadapan ahli musibah mengatakan sebenarnya keluarga besar Disdik Sergai, pagi ini bermaksud mengunjungi almarhumah untuk memberikan semangat dalam menghadapi penyakit yang diderita, namun Allah SWT berkehendak lain dan lebih sayang terhadap Reni, sehingga kedatangan keluarga Disdik Sergai  bertakziah.

"Semua ketentuan ada di tangan Allah SWT, sehingga keluarga almarhumah kiranya ikhlas dan tabah. Kami atas nama keluarga besar Disdik Sergai turut berduka yang mendalam, kami merasa kehilangan salah satu sosok pelajar yang pintar di kelasnya, semoga arwah almarhumah Reni husnul khotimah," kata Joni Walker Manik.

Kepala SMPN I Tanjung Beringin, Sabar Simanungkalit SPd kepada Waspada di rumah duka mengatakan karena kondisi Reni sedang sakit sehingga jarang masuk sekolah, namun dia tetap ikut ujian dan naik kelas, Reni tergolong siswi yang pintar selalu masuk ranking 10 besar.

"Kenangan terakhir, dua hari lalu Reni datang ke sekolah menggunakan kursi roda bersama ayahnya. Reni rindu ingin bertemu teman-teman sekelasnya juga ketemu para guru, rupanya kedatangan tersebut merupakan kedatangan terakhir, sebelum Reni meninggalkan semuanya untuk selama-lamanya," tutur Sabar Simanungkalit dengan mata berkaca-kaca.

Sementara menurut orang tua almarhumah Reni, Masrin, 41, sebelumnya kondisi Reni normal, namun sejak peristiwa Reni jatuh di areal kolam renang dengan posisi terlentang sekira Juni kemarin, dia mengeluhkan bagian punggung sakit, meski telah diurut (kusuk) tidak juga membaik.

"Kemudian Reni anak ke tiga kami dari lima bersaudara dirawat di rumah sakit Melati, kemudian dirujuk ke RS Grand Medistra, hasil pemeriksaan mengalami retak tulang punggung, hingga akhirnya menjalani operasi di RS Adam Malik Medan dengan bekal BPJS. Setelah operasi mulai membaik dan Reni mulai berlatih berjalan, namun Reni mengeluh sakit di bagian kepala," terang Masrin.

Untuk mengetahui keluhan itu, lanjut suami dari Erlina tersebut, Reni kembali berobat ke RS Grand Medistra, hasil pemeriksaan Reni divonis mengidap tumor di kepala, kemudian Reni kembali dirujuk ke RS Adam Malik, baru dirawat dua hari Masrin memilih membawanya pulang dan menjalani perawatan alternatif untuk Reni.

"Kemarin Reni baru pulang berobat, namun Kamis dinihari tadi Reni menghadap Allah SWT, kenangan terakhir dari Reni dua hari lalu memaksa diantar ke sekolah karena dia rindu dengan kawan sekolah dan gurunya, rupanya itu pertanda Reni pamit untuk pulang menghadap Allah," kenang Masri menahan tangis.(cam/c03/B)