Siswa SMAN 1 Glumpang Tiga Mogok Belajar

SIGLI (Waspada): Ratusan siswa SMAN 1 Glumpang Tiga, Kabuaten Pidie gelar aksi mogok belajar. Jumat (1/11) pagi. Aksi itu terjadi, karena pihak sekolah diduga acap melakukan pungutan liar yang membebankan wali murid.

Siswa SMAN 1 Glumpang Tiga Mogok Belajar
Seorang anggota TNI Kodim Pidie yang bertugas di Koramil Glumpang Tiga, sedang menghibur beberapa siswa SMAN 1 Glumpang Tiga yang hadir di sekolah tersebut. Jumat (1/11) Waspada/Muhmmad Riza

Pada bagian lain, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Glumpang Tiga, Ir Syarifah Rahma mengatakan, mogok belajar yang dilakukan ratusan siswanya itu karena mereka merasa terbebani dengan tatatertib sekolah yang tidak membolehkan siswa membawa Hand Phone (HP) Android serta mereka merasa jenuh pasca mengikuti try out.

 

Beberapa siswa yang namanya enggan ditulis kepada Waspada, kemarin mengungkapkan, banyak persoalan di sekolah itu yang selama ini ditutup-tutupi. Selama Kepsek SMAN 1 Glumpang Tiga dijabat oleh Ir Syarifah Rahmi, para siswa selalu dibebankan dengan biaya sekolah yang mencekik leher para wali murid.

 

Salah satunya para siswa wajib membeli dasi seragam di sekolah dan memungut biaya cat bangunan sekolah setempat. Sementara menurut sejumlah siswa, biaya untuk pengadaan seragam sekolah dan cat itu sudah ada anggaran pada dana BOS.

 

Menurut siswa, jika persoalan HP siswa disita guru, itu sudah menjadi risiko bagi siswa bersangkutan karena sudah melanggar tatatertib di sekolah itu. “Kami tidak minta Kepsek dipindah tugaskan, tetapi yang kami inginkan pihak sekolah janganlah membebankan orangtua kami dengan biaya-biaya yang tidak logika. Kami itu saja,” katanya.

 

Sementara beberapa warga Glumpang Tiga mengatakan, sejak Kepsek SMAN 1 dijabat Ir Syarifah Rahmi, kondisi lingkungan sekolah tersebut terlihat kumuh, penuh dengan rumput dan ilalang. “Sekolah terlihat kumuh dan jorok. Dan kami pikir perlu juga dilakukan audit oleh aparat penegak hukum,” kata warga.

 

Kepsek SMAN 1 Glumpang Tiga Ir Syrifah Rahmi kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (1/11) mengungkapkan, pihaknya akan segera memanggil orangtua murid untuk menjelaskan semua duduk persoalan hingga menyebabkan para siswa mogok belajar. Menurut dia, selama ini sekolah yang dipimpinnya tersebut berlangsung aman-aman saja.

 

Namun setelah try out selesai, banyak siswa ingin libur sehingga mempengaruhi siswa lain untuk tidak hadir ke sekolah. Apalagi kata dia, setelah itu pihak sekolah melakukan razia HP sehingga membuat para siswa itu tidak terima dan kesal terhadap penegakan tatatertib sekolah tersebut. “Besok Sabtu kami akan membuat rapat dengan wali murid juga melibatkan komite sekolah,” katanya. (b10)