Siapakah Dzulkarnain ?

MenuruT Ibnu Katsir, Zulkarnain adalah nama gelar bagi seorang panglima penakluk sekaligus raja saleh, yang selalu mengajak manusia untuk menyembah Allah. Iskandar mendapat julukan “Zulqarnain” yang secara harfiah “Zul” berarti “memiliki” dan “Qarnain” berarti “dua tanduk”.

Siapakah Dzulkarnain ?

Maksudnya, Iskandar yang memiliki kekuasaan antara Timur dan Barat. Sedangkan Alexander yang Agung adalah pemimpin di abad ketiga sebelum masehi yang menaklukkan dunia dari daratan Yunani, Laut Tengah, Mesir, Asia Minor, Persia hingga India Utara.

Nama tersebut diabadikan menjadi kota di Mesir, Alexandria atau Iskandariyah. Pendapat lain menyebut, bahwa Alexander yang Agung itu tidak lain adalah Iskandar Zulkarnain.

Namun hal ini bukan Alexander meskipun jika kita baca memiliki plot cerita yang mirip yaitu “tempat terbenam matahari” adalah wilayah penguasaan pertama Alexander (matahari terbenam di pantai Laut Tengah), ke arah Timur (India) dan wilayah dua gunung (antara Laut Hitam dan Laut Kaspia).

Menurut sejarawan muslim, Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM–552 M.). Kerajaannya disebut At Taba bi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur.

Sejarah lain menunjukkan, bahwa keduanya adalah sosok yang berbeda. Alexander the Great bukan Zulkarnain seperti yang disebutkan dalam alquran (QS: al-Kahfi: 83-98). Lagi pula, sosok itu dalam Alquran hanya disebut Zulkarnain, tanpa Iskandar di depannya.

Lalu, siapa Zulkarnain yang disebut dalam kitab suci ? Apakah seseorang di masa lalu ataukah di masa depan ? Belum ada yang tahu. Menurut Ibnu Jarir Ath-Thabari, dikatakan bahwa Iskandar Zulkarnain berasal dari Romawi.

Ia anak tunggal dari seorang warga yang paling miskin di antara penduduk kota. Namun, dalam pergaulan sehari-hari, ia hidup dalam lingkungan kerajaan, bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan pemuda dan wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia.

Tak mengherankan jika kemudian Iskandar Zulkarnain muda tumbuh menjadi pemuda pintar, memiliki mimpi dan juga berbagai ilmu pengetahuan. Zulkarnain muda selalu gelisah melihat perang.

Perang yang tidak henti-hentinya dari tahun ke tahun dan bahkan dari abad keabad. Dia memiliki mimpi, bahwa suatu saat dia akan menyatukan bangsa Barat dan Timur agar perang antara Timur dengan Barat itu berakhir.

Dia ingin membangun kerajaan besar. Imam al-Qurthubi, menceritakan akhlak Iskandar Zulkarnain, bahwa sejak masih kecil, Iskandar memiliki akhlak yang mulia. Atas segala kesalehannya,  Allah mengaruniakan kepadanya segala kelebihan yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Saat itu, cita-citanya memimpin negeri yang kuat telah dicapai. Allah SWT lalu memerintahkan untuk menyeru manusia kepada agama tauhid.

Mula-mula dengan tentaranya yang lengkap dan kuat, dia menuju ke barat wilayah Maroko, tempat terbenamnya matahari. Dilihatnya matahari itu terbenam di mata air yang berlumpur.

Di situ ia bertemu dengan bangsa yang senantiasa berbuat kerusakan dan kejahatan. Bukan saja merusak bumi dan mengacaukannya, mereka juga suka membunuh dan menghukum  orang-orang yang tidak bersalah, sedangkan yang salah, dibiarkan.

Sebelum melakukan tindakan, terlebih dulu Iskandar memohon petunjuk kepada Allah, tindakan apa sebaiknya yang harus dilakukan terhadap bangsa tersebut.  Allah lalu memberinya dua pilihan: diperangi, atau diperingatkan dan didik agar mereka kembali kepada jalan kebenaran.

Iskandar Zulkarnain memutuskan untuk menggempur mereka, namun warga yang merupakan orang-orang yang baik akan dilindungi. Setelah ia dapat menaklukkan negeri-negeri lainnya di Timur, Barat, di Utara dan di Selatan, maka kerajaannya kini meliputi: Moroko, Roma, Yunani, Mesir, Persia dan India, sehingga merupakan kerajaan yang luas, yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana penduduknya kini hidup dengan aman tenteram dan makmur. *** Dirja Hasibuan ***