Siap Jadi Solusi Pendidikan Masa Depan, Kemdikbud Kembangkan Kursus Online

YOGYAKARTA (Waspada): Di era teknologi komunikasi seperti saat ini, lembaga kursus harus terus berkembang mengikuti jamannya. Salah satu yang paling pas adalah masuk dalam era massive open online course (MOOC). Kursus dalam jaringan (daring) ini dikembangkan untuk memperluas akses kursus dan pelatihan bagi masyarakat.

Siap Jadi Solusi Pendidikan Masa Depan, Kemdikbud Kembangkan Kursus Online
Dirjen Paud Dikmas Kemdikbud, Harris Iskandar saat memaparkan makalahnya pada seminar nasional bertajuk 'Pendidikan Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Pengelolaan PAUD dan Dikmas' di Yogyakarta, Senin (2/12).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal 
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) telah mulai mengembangkan sistem pembelajaran kursus berbasis MOOC sejak setahun lalu. 

Untuk terjun di MOOC, Ditjen Paud Dikmas bekerjasama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud dan SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC).

"Sudah lebih dari setahun metode kursus dalam daring ini kami kembangkan bersama di Kemdikbud. Sudah ada 200 lembaga kursus terakreditasi yang bergabung, dengan 20 jenis kursus yang dapat diakses siapa saja," kata Dirjen Paud Dikmas Kemdikbud, Harris Iskandar saat memaparkan makalahnya pada seminar nasional bertajuk 'Pendidikan Masyarakat dan Evaluasi Kinerja Pengelolaan PAUD dan Dikmas' di Yogyakarta, Senin (2/12). Seminar dihadiri sedikitnya 600 orang pengelola Paud dan Dikmas dari seluruh Indonesia. 

Dikatakan Harris, dia meyakini masa depan MOOC akan terus meningkat sejalan dengan akses internet di penjuru Indonesia yang sudah semakin bagus. Ditambah komitmen pemerintah dengan adanya Palapa Ring.

Di sisi lain adalah besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Selain itu juga pengguna internet di Indonesia juga sangat tinggi dan adanya bonus demografi. Bonus demografi pada 2030 diperkirakan menyajikan kondisi dimana jumlah usia produktif jauh diatas jumlah usia non produktif. Para usia produktif ini sangat dinamis dan senang akan perubahan. Belajar dwngan sistem daring akan memudahkan hasrat mencari ilmu untuk kepentingan usaha.

"Kursus adalah salah satu efektif dan efisien untuk perubahan keinginan yang cepat di kalangan generasi muda yang dinamis," kata Harris. 

Memang baru ada 200 dari sedikitnya 4 ribu lembaga kursus terakreditasi yang ikut meramaikan. Tapi minat masyarakat, khususnya kaum milenial sangat tinggi. Nanti bagi peserta kursus daring ini juga akan menerima sertifikat kompetensi begitu dia lulus.

‘’Kita ingin mengakselerasi peran pendidikan masyarakat ini. Dengan MOOC masyarakat bisa mengakses kursus apa saja yang dia mau dan bisa mendapat sertifikat kompetensi setelah diuji kompetensi,’’ katanya usai Seminar Nasional 

Yang dilakukan Kemdikbud saat ini adalah menyesuaikan kursus yang sesuai dengan pasar kerja dan pasar usaha. Oleh karena itu dia berharap, pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Kursus pun harus professional dan mampu melihat kebutuhan pasar kedepan.

Saat ininada 10 jenis kursus keterampilan yang paling diminati masyarakat yakni desain grafis dan multimedia, web application programming, digital marketing, tehnik otomotif dan kendaraan ringan, fashion desain dan industri garmen, tata kecantikan kulit rambut dan pengantin, tata boga border dan sulam, akuntansi dan terakhir adalah elektronika. 


Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas Agus Salim menjelaskan, legalitas belajar lewat daring dalam MOOC ini tidak perlu diragukan. Selain pelatihan nanti para pesertanya juga akan mengikuti ujian secara online juga. Sistem ujiannya mirip dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di sekolah formal dengan tanggal ujian yang sudah ditetapkan dan tidak boleh dilewati oleh peserta kursus.

Agus mengungkapkan, saat ini baru ada 200 LKP yang membuka kursus model baru ini. Dia menjelaskan, pengembangan MOOC ini sudah dilakukan sejak 2018 lalu. Prosesnya bertahap karena membutuhkan banyak persiapan. 

Beberapa proses yang dilalui oleh lembaga kursus untuk masuk mencari siswa lewat MOOC ada beberapa. Diantaranya, programnya harus dimiliki dulu oleh LKP. Lalu instrukturnya juga harus mengerti pembelajaran secara daring. Bahan ajar dan prakteknya juga harus modul yang berbasis animasi. 

‘’Karenanya dari 200 lembaga itu kita latih lagi. Karena bervariasi lembaga kursus kita itu. Ada yang hebat banget dan ada yang belum,’’ ucapnya.

Saat ini sudah ada 20 jenis kursus yang membuka pelatihan dengan MOOC. Diantaranya  kursus digital marketing, hairstylish, otomotif, boga, busana, kecantikan rambut dan kulit dan lainnya. Masyarakat bisa mengakses kursus online ini di laman kursus.kemdikbud.go.id. (dianw/B).