Sejumlah Kepsek Nyatakan Siswanya Tidak Demo

MEDAN (Waspada): Sejumlah kepala sekolah menyebutkan, siswanya tidak ikut aksi demo ke Gedung DPRD di Jl Imam Bonjol,,Jumat (27/9). Bahkan siswa MAN 2 Model Medan melaksanakan doa bersama sekaligus istiqhosah. Mereka mendoakan agar negara Indonesia dalam keadaan aman, damai sehingga apa yang kita inginkan tercapai.

Sejumlah Kepsek Nyatakan Siswanya Tidak Demo
Siswa MAN 2 Model Medan menggelar aksi doa bersama. Waspada/Ist

"Siswa MAN 2 Model Medan,tidak ada ikut aksi demo. Mereka aktif di sekolah dan melaksanakan doa bersama. Mudah-mudahan siswa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Siswa sholat Jumat berjamaah di lapangan utama MAN 2. Pagi hari juga ada arahan, bagaimana menyikapi masalah dengan banyak mendekatkan diri kepada Allah dan membaca surah yasin," kata Kepala MAN 2 Irwansyah bersama wakilnya Edi, sekaitan adanya aksi demo oleh siswa Sekolah Menengah Atas menuju Gedung DPRD di Jl Imam Bonjol Medan.

 

Sudah Diiimbau

Sebelumnya, sejumlah kepala sekolah di Kota Medan telah mengimbau para siswanya untuk tidak mengikuti aksi unjuk rasa. Imbauan ini juga bekerjasama dengan pihak Polri dan juga TNI. 

"Kemarin, kami beberapa kepala sekolah dikumpulkan di Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut), diarahkan untuk tidak mengikuti kegiatan ini dan tadi pagi kita panggil siswa kita. Bersama Camat Polonia, Lurah, Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kota Medan dan beberapa kepala lingkungan lainnya. Bahkan sampai saat ini juga, kami tetap berkoordinasi," kata Kepala SMA Negeri 2 Medan, Buang Agus saat dikonfirmasi, Jumat (27/9).

Dia juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini siswa dari SMA Negeri 2 tidak ada yang ikut dalam aksi unjuk rasa. Begitu juga dengan aksi-aksi konvoi pelajar yang menggunakan sepeda motor di DPRD Sumut pada Kamis (26/9).

"Jadi, apabila dijumpai siswa kita, maka akan kita panggil orangtuanya dan kalau tidak bisa dibina, akan dikembalikan kepada orangtuanya. Begitupun, kita lihat dulu permasalahanya," ujar Buang Agus.

Maka, kata dia, hari ini sebagian besar siswanya dijemput oleh orang tua yang telah berkoordinasi melalui wali kelasnya. Sebab wali kelas merupakan perwakilan dari orangtua di sekolah. "Saya berharap, anak-anak ini, dalam hal demokrasi ini, untuk menyuarakan aspirasinya sah-sah saja. Tetapi anak pelajar yang ikut aksi inikan sedang memasuki masa pancaroba dan ikut berdemo tanpa izin dari orangtua. Jadi, saya melihat hal itu, bila anak-anak ini belum saatnya dilibatkan dalam demonstrasi," terangnya.

Terpisah, Kepala  SMA Negeri 1 Medan, Suhairi,juga mengatakan hal yang sama. Mereka telah berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri serta seluruh kepala sekolah di Medan. "Kita juga telah mengimbau, agar siswa dijemput orangtua atau perwakilan pihak orangtua siswa. Tapi, kalau tidak ada yang jemput, kita pulangkan sajalah," katanya sembari berharap agar imbauan tersebut, diindahkan oleh anak didiknya dengan tidak melakukan aksi ujuk rasa turun ke jalan di gedung DPRD.(m37)