Sampah Bernilai Emas Jika Mampu Mengolahnya

Beragam hasil karya bernilai dapat dihasilkan dari sampah. Di tangan seorang kreatif, sampah yang sering dianggap tidak berguna dapat menghasilkan uang. Seperti contoh di Kel. Kwala Bingai Kec. Stabat Kab. Langkat, sampah-sampah rumah tangga sejak lama diolah menjadi berbagai aksesoris seperti tas, bunga, boneka, dompet, bros, topi, bingkai foto, pot bunga dan beberapa lainnya

Sampah Bernilai Emas Jika Mampu Mengolahnya
Fatimah Triani memperlihatkan beragam bentuk barang yang diolah dari sampah. Waspada/Abdul Hakim

Kerajinan tangan tersebut di bawah naungan Bank Sampah Kwala Bingai Indah yang dipimpin Fatimah Triani. Bank sampah dimaksud bertujuan untuk membantu menangani pengolahan sampah, menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat dan bersih serta untuk mengubah sampah menjadi benda berguna. Di Kab. Langkat keberadaan bank sampah hanya ada dua, di bawah naungan Fatimah, aktif dalam berbagai pameran hingga ke luar daerah dan terus memproduksi berbagai aksesoris setiap pekan. Dikatakan Fatimah, Selasa (17/9) hasil karya mereka banyak diminati pihak sekolah di Kab. Langkat.


Sampah-sampah yang diolah tersebut lanjut Fatimah, awalnya dibeli dari masyarakat kemudian dengan peran tim ahli anggotanya, diubah menjadi benda bernilai. Dalam proses pengerjaannya menurut Fatimah, tidak ada kesulitan, hanya saja diharapkan ke depan ada bimbingan dan pembinaan dari Pemkab Langkat agar keberadaan bank sampah terus berkembang seperti yang dilihatnya di salah satu kota di Pulau Jawa beberapa bulan lalu.


Fatimah menginginkan, pengelolaan sampah di wilayahnya inovatif dan lebih diperhatikan untuk perkembangannya oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Kab. Langkat. Bagi Fatimah, sampah adalah emas jika mampu membuatnya berharga. Dalam tujuan bank sampah yang dipimpinnya yakni menjadikan masyarakat cinta lingkungan bersih dan mewujudkan sumberdaya manusia berkualitas demi meningkatnya perekonomian masyarakat. Sementara itu dikatakan salah seorang anggotanya bidang pembuatan dan pengolahan sampah, Nurmaiyah, ide-ide menjadikan sesuatu yang bernilai dari sampah terkadang muncul dari anak-anak usia sekolah di Kampung 17 Kel. Kwala Bingai Stabat lokasi kantor bank sampah. ''Selanjutnya kami coba praktik langsung dan berhasil,'' ujar Nurmaiyah.


Hasil pantauan, Selasa (17/9) beragam benda seperti tas, bunga, boneka, dompet, bros, topi dan bingkai foto yang terbuat dari sampah plastik dan lain-lain cukup menarik perhatian karena kreatif dan sudah bernilai tinggi. Sebagai contoh kata Nurmaiyah, untuk tas produksi mereka harganya berkisar Rp200.000. Tas dimaksud sebelumnya sudah dibeli salah seorang ASN di Kab. Langkat karena ketertarikannya dalam salah satu acara pameran. Ayo, saatnya kita peduli bahwa sampah itu bernilai dan jangan biarkan lingkungan sekitar ada sampah. (a03)