Resmikan Politeknik Jakarta Internasional, Menristekdikti Minta SDM Terampil Bidang Perhotelan Ditingkatkan

JAKARTA (Waspada): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Akademi Pariwisata Jakarta International Hotel School (JIHS) menjadi Politeknik Jakarta Internasional. Peresmian dilakukan pada saat Seminar Peran Pendidikan Vokasi dalam Menciptakan SDM Indonesia Unggul di Era Revolusi  Industri 4.0, Jumat (4/10) di Hotel Borobudur,  Jakarta.

Resmikan Politeknik Jakarta Internasional, Menristekdikti Minta SDM Terampil Bidang Perhotelan Ditingkatkan

Pembicara dalam seminar ini yakni Mr. James Costa, BBA, CHA (GM Hotel Borobudur, Praktisi Sektor Pariwisata & Perhotelan), Lukito Hermawan (Senior Division Head of Operation Arthatel, Praktisi Sektor Teknologi Informasi), dan Indra S. Budianto, MBA, MSi(Han) (Direktur Bank Artha Graha Internasional, Praktisi Sektor Perbankan & Keuangan)

 

Dalam sambutannya, Menristekdikti mengatakan bahwa industri pariwisata, termasuk perhotelan dan kuliner masih membutuhkan banyak lulusan diploma atau vokasi yang bisa langsung bekerja.


"Pemetaannya sampai sekarang tenaga terampil di bidang perhotelan masih terbatas. Di Labuan Bajo, masih kurang. Di Jogja masih kurang. Bali yang begitu besar, bidang perhotelan masih kurang. Ternyata permintaan cukup tinggi, tapi yang profesional. Apakah itu untuk menjadi tour guide-nya, untuk hospitality di perhotelannya, untuk kulinarinya," ungkap Nasir. 

Menristekdikti mengungkapkan sarjana terapan atau lulusan pendidikan vokasi di bidang pariwisata memiliki kelebihan dibanding sarjana atau lulusan pendidikan akademik, yaitu dapat bekerja tanpa membutuhkan banyak pelatihan.

"Kalau rekrutmen pegawai dari sarjana tidak bisa langsung diterapkan menjadi pegawai, harus dididik dulu," ungkap Menristekdikti setelah menyerahkan Surat Keputusan Perubahan Sekolah Tinggi Jakarta International Hotels School menjadi Politeknik Jakarta Internasional.

Dalam kesempatan ini, Menristekdikti menyampaikan di tahun 2019 program Revitalisasi Pendidikan Vokasi, yang mencakup memberikan beasiswa 'retooling' di dalam dan luar negeri mulai akan merambah fokus ke bidang pariwisata setelah sebelumnya terkait dengan bidang teknik.

"Kita perluas. Tahun kemarin mekanik sudah ada. Perhotelan belum digalakkan, harus kita munculkan. Berikutnya di bidang kulinari. Pokoknya menuju pada pariwisata. Tourism harus kita dorong. Program studi tertentu yang dulu belum masuk revitalisasi kita masukkan," ungkap Menristekdikti.


Indra S Budianto dari erwakilan Artha Graha Group mengatakan, 

etelah 25 tahun perjalanan Akademi Pariwisata Jakarta International Hotel School (JIHS) dalam mencetak SDM unggul di bidang perhotelan & pariwisata, dengan 2000 alumni tersebar dilebih dari 100 hotel Bintang Lima di Indonesia, maka perubahan  bentuk menjadi Politeknik Jakarta Internasional adalah sebuah kemajuan besar. 


Indra menerangkan bahwa yang berada 


Dibawah Yayasan Pendidikan Jakarta International Hotels,  Indra mengatakan, Politeknik Jakarta Internasional memiliki 3 program studi unggulan baru Sarjana Terapan (D4). Ketiganya adalah Manajemen Perhotelan, Analis Keuangan & Keamanan Sistem Informasi. Selain itu Program existing D3 Perhotelan & D1 Extension Perhotelan khusus bagi karyawan di lingkup industri perhotelan & pariwisata.  


Editha Duarte salah satu penggagas Politeknik Jakarta Internasional dan Education Advisor AG Group menyampaikan dengan terbentuknya Politeknik Jakarta Internasional, cita-cita untuk memiliki SDM Indonesia Unggul yang berkualitas & berkarakter kuat dengan semangat nasionalisme yang tinggi untuk berkarya secara domestik dan membawa nama Indonesia di mancanegara bisa tercapai. 

“Leadership through service adalah motto dari JIHS, dan akan tetap menjadi core utama Politeknik Jakarta Internasional dalam mencetak sdm unggul & berkarakter kebangsaan yang kuat.  When strong character-based education & industry is a united synergy, sky is the limit” pungkas Editha.(dianw)