Realisasi Retribusi Minim, Ketua DPRD Deliserdang Minta Bupati Evaluasi Camat 

DELISERDANG (Waspada) : DPRD Kabupaten Deliserdang menilai kinerja para Camat se-kabupaten Deliserdang perlu dievaluasi Bupati Deliserdang karena minimnya capaian realisasi retribusi parkir, sampah dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bila tidak maka berdampak pada tidak terealisasinya kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Deliserdang.

Realisasi Retribusi Minim, Ketua DPRD Deliserdang Minta Bupati Evaluasi Camat 
Ketua Sementara DPRD Deliserdang Zakki Shahri SH. (Waspada/Edward Limbong/B).

" Ya, setelah kita mendapatkan informasi pemberitaan, dimana capaian retribusi minim. Maka kita meminta kepada Bapak Bupati Deliserdang Ashari Tambunan untuk melakukan evaluasi terhadap instansi terkait, khususnya para camat," kata Ketua Sementara DPRD Deliserdang Zakki Shahri SH, Kamis (31/10).

Zakki menanggapi pemberitaan sebelumnya, dimana meski pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi merupakan salah satu sumber dana bagi terlaksananya pembangunan  di Kabupaten Deliserdang, namun realisasi capaian tidak sebagaimana yang diharapkan karena sangat minim.

Zakki mengakui, bahwa sebagaimana lembaga DPRD Deliserdang memiliki kewajiban untuk mengawasi berjalan roda pemerintahan termasuk dalam mengawasi kinerja ASN, Camat dan pimpinan OPD. Dirinya juga menyesali dengan minimnya realisasi pajak dan retribusi.

"Kita melihat dalam hal ini baik itu camat, pimpinan OPD terkait belum maksimal bekerja dalam hal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Maka sangat perlu dilakukan evaluasi agar pendapat asil daerah  bisa lebih di tingkatkan agar bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Deliserdang. Bila tidak juga dilakukan maka kita khawatirkan untuk tahun-tahun berikutnya juga akan seperti ini,"  tegas Zakki.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang Mahruzar  didampingi Sekretaris Bapenda Taufik Israd Harahap, Selasa (29/10) membenarkan minimnya realisasi capaian retrisbusi daerah pada TA 2019.

" Kita berharap dengan tenggang waktu dua bulan berakhirnya TA 2019 para pengelola retribusi dapat memaksimalkan realisasi capaian retribusi sebagaimana yang telah ditetapkan," ungkapnya. 

Sedangkan dari data yang diperoleh Waspada, Khusus retribusi yang dikelola pihak Kecamatan terdiri dari pelayanan persampahan/kebersihan, parkir di tepi jalan umum dan retribusi IMB (maksimal 80 meter) masing-masing dengan target untuk pelayanan persampahan/kebersihan di 22 Kecamatan Rp 1.871.500.000.- realisasi capaian per-30 September 2019 sebesar Rp 976.351.000.- (52,17 persen).

Untuk, pelayanan parkir di tepi jalan umum target Rp 2.049.000.000.- realisasi capaian hanya Rp 398.383.200.-(19,44 persen) dan retribusi IMB dengan target Rp 356.000.000.- realisasi capaian Rp 147.064.072.- (41,31 persen).

Dari data yang diperoleh untuk pengutipan retribusi pelayanan persampahan/kebersihan tercatat hanya 14 dari 22 Kecamatan se-Deliserdang yang melakukan pengutipan. Namun dari 14 Kecamatan itu, 8 diantaranya realisasi capaian retribusinya dibawah 50 persen dari target.

Sedang untuk pengutipan retribusi parkir tercatat 21 dari 22 Kecamatan yang melakukan kutipan. Namun dari jumlah itu hanya 4 Kecamatan yang realisasi kutipan parkir per-30 September 2019 diatas 50 persen dari target.17 Kecamatan lainnya realisasi capaian dibawah 50 persen.

Adapun 17 Kecamatan yang realisasi capaian retribusi parkir di tepi jalan umum dibawah 50 persen dari target adalah Kecamatan Hamparan Perak (19,60 persen), Labuhan Deli (38,58 persen), Sunggal (3,33 persen), Percut Sei Tuan (18,40 persen), Batangkuis (41 persen), Tanjungmorawa (7,62 persen), Lubuk Pakam (21,40 persen), Beringin (11,25 persen).

Kemudian, Patumbak (15,00 persen), Biru-biru (28,15 persen), Namorambe (3,00 persen), Kutalimbaru (7,38 persen), Sibolangit (30,00 persen), STM Hilir (18,53 persen), STM Hulu (10,00 persen), Pagar Merbau (5,00 persen) dan Kecamatan Bangun Purba realisasi capaian retribusi parkir hanya 28,00 persen dari target.

Sementara untuk retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), hanya 5 dari 22 Kecamatan yang realisasi capaiannya diatas 50 persen diatas target. Sedangkan 17 Kecamatan lainnya dibawah 50 persen.

Kecamatan yang tidak berhasil mencapai target adalah Hamparan Perak (18,59 persen), Labuhan Deli (17,73 persen), Percut Sei Tuan (49,12 persen), Batangkuis (22,57 persen), Tanjungmorawa (18,17 persen), Lubuk Pakam (46,69 persen), Beringin (39,45 persen), Patumbak (27,61 persen), Namorambe (13,06 persen), Kutalimbaru (0.00 persen), Deli Tua (40,11 persen), Sibolangit (0,00 persen), STM Hilir (0,00 persen), STM Hulu (0,00 persen), Galang (25,81 persen), Bangun Purba (9,34 persen) dan Gunung Meriah (12,50 persen). (cel/a06/C).