Ratusan Bangkai Babi Dievakuasi, 60 Ekor Sudah Dikuburkan

MEDAN (Waspada): Ratusan bangkai babi yang beserak di Sungai Bedera dan Danau Siombak Kecamatan Medan Marelan akhirnya dievakuasi oleh Tim gabungan dari Pemko Medan. Sebanyak 60 ekor sudah dikubur massal, Senin (11/11).

Ratusan Bangkai Babi Dievakuasi,  60 Ekor Sudah Dikuburkan
Tim sedang melakukan pencarian bangkai babi di Danau Siombak dengan menggunakan perahu karet. Waspada/ME Ginting

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ikhsar Rasyid Marbun yang turun kelokasi tersebut mengatakan, pihaknya sudah melakukan evakuasi bangkai babi mulai, Minggu (10/11) malam sampai Senin (11/11) dengan menggunakan perahu karet. Sampai saat ini sudah seratusan bangkai babi yang terkumpul.

"Sejak Minggu malam sampai Senin tim kita dari Pemko Medan menseser Sungai Bedera dan Danau Siombak. Hasilnya ratusan bangkai babi dapat dievakuasi dan 60 ekor sudah dikubur. Hingga saat ini petugas masih terus melakukan evakuasi. Sementara, dari arah muara, beberapa bangkai terpantau masuk ke danau itu," katanya.

Diungkapkannya, puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan evakuasi bangkai babi ke salah satu titik danau. Bangkai-bangkai itu dikumpulkan sebelum nanti dikuburkan lagi.

Petugas menggunakan perahu nelayan dan perahu karet untuk menyisir bangkai babi yang tersebar di seluruh bagian danau. Bangkai babi itu dievakuasi satu per satu dengan cara disangkutkan pada besi panjang berbentuk gancu.

Marbun mengatakan bau busuk menyeruak di sepanjang danau. Saat ini, petugas fokus menyingkirkan bangkai yang dekat dengan pemukiman dan dekat dengan tempat wisata Danau Siombak. Bangkai-bangkai itu memang dievakuasi di satu titik yang jauh dari pemukiman.

Marbun menambahkan, saat ini masing-masing Camat di Kota Medan sudah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat guna memantau wilayah masing-masing.

"Kami mengimbau ke masyarakat agar turut membantu memantau, jika ada oknum perorangan atau kelompok yang membawa bangkai babi, segera lapor ke kepala lingkungan (kepling). Pemko Medan siap membantu untuk menanam bangkai babi tersebut. Yang penting jangan sampai dibuang ke sungai karena akan sangat mengganggu ekosistem dan hajat hidup orang ‎banyak," tegasnya.

Soal tindakan yang akan dilakukan, Marbun mengaku belum bisa diputuskan sebab sampai detik ini belum diketahui siapa yang membuang bangkai-bangkai babi tersebut. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, dan menyarankan agar jika ada ternak yang mati sebaiknya dikubur jangan dibuang ke sungai," jelasnya.

Di kesempatan itu, dia juga menyarankan agar masyarakat untuk sementara waktu jangan menggunakan air Danau Siombak. Sebab, dikhawatirkan bisa berakibat ke kesehatan. "Sementara waktu, hindari penggunaan air Danau Siombak. Sebab, kita khawatir akibat bangkai babi itu bisa mengganggu kesehatan," tandasnya. (m50).