Saktiawan Sinaga, Antara Politik Dan Sepakbola - Waspada

Saktiawan Sinaga, Antara Politik Dan Sepakbola

  • Bagikan
Dok.Waspada

MEDAN (Waspada): Bicara soal PSMS Medan, tentu tidak akan lupa dengan nama Saktiawan Sinaga (foto). Striker haus gol yang ditakuti tim lawan di era tahun 2000-an.

Sejak membela skuad Ayam Kinantan pada tahun 2004 hingga 2008, nama Saktiawan terus melambung tinggi di persepakbolaaan nasional. Bahkan dirinya dipanggil Timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2003 dan SEA Games 2005.

Debutnya bersama timnas senior adalah saat Indonesia berlaga di ajang Piala Tiger 2004 dan Piala AFF 2007. Baik saat tampil di timnas mapun PSMS, Saktiawan kerap mendapatkan pujian dari masyarakat atas permainannya yang menawan.

Setelah memutuskan pindah dari PSMS, dia sempat gonta-ganti tim yakni Persik Kediri (2008-2010), Semen Padang (2010-2011), Arema Indonesia (2011), Mitra Kukar (2011), PSS Sleman (2014), Borneo FC (2015), Persiwa (2016-2018), PS Tiga Naga (2019-2020).

Usai memutuskan pensiun pada 2020 lalu, Saktiawan tetap tidak bisa jauh-jauh dari sepakbola. Meski tidak menetap pada satu tim, pria berusia 39 tahun ini mencoba peruntungan menjadi pelatih dan menyelenggarakan sejumlah turnamen sepakbola.

Tak hanya sepakbola, Saktiawan juga kerap berkecimpung di dunia politik. Bahkan sempat maju menjadi calon anggota legislatif pada tahun 2015. Dan kini pun dia menjadi kader partai politik dari partai berlambang mercy.

Saktiawan mengakui dirinya tidak bisa lepas dari dunia sepakbola. Meski bukan lagi jadi pemain, tapi bisa mencari posisi lain seperti pelatih atau manajer.

“Sepakbola itu menyenangkan bagi saya dan itu yang buat saya tidak bisa lepas. Bahkan kalau memang rindu buat main bola, sesekali gabung dengan tim old crack setiap minggunya,” kata Sakti kepada Waspada, Jumat (5/2).

“Untuk dunia politik, itu juga penting. Kan hidup ini tidak bisa ditebak, bisa saja ke depan nanti saya menjadi politisi, mengingat banyak juga pesepakbola di negeri ini menjadi politisi. Jadi memang tak ada salahnya mencoba,” terangnya lagi.

Baginya yang penting saat ini hidup menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. “Mau tetap di sepakbola atau menjadi politisi sama saja, karena yang penting tidak merugikan orang lain. Atau harusnya justru bermanfaat, misal saya punya sedikit ilmu sepakbola, saya bagikan sama orang lain lewat melatih SSB,” tegasnya.

Tak lupa, Saktiawan mengakui jika masih menyimpan banyak kenangan saat membela PSMS. Hal ini mengingat dirinya sudah membela PSMS saat di tim junior. “Lalu karena PSMS pula saya akhirnya main di timnas. Jadi memang banyak kenanganlah,” tegasnya.

Untuk itu, Saktiawan berharap ke depan PSMS bisa jaya kembali. Tampil lagi di Liga 1 Indonesia. “Saya pastikan banyak orang yang ingin PSMS kembali ke Liga1 termasuk saya. Makanya saya akan terus mendukung agar keinginan itu bisa teralisasi,” tutupnya

Perjalanan karir Saktiawan Sinaga yakni PSPS Pekanbaru (2000-2002), PSDS Deliserdang (2003), PSMS Medan (2004-2008), (2012-2013), Persik Kediri (2008-2010), Semen Padang (2010-2011), Arema Indonesia (2011), Mitra Kukar (2011), PSS Sleman (2014), Borneo FC (2015), Persiwa Wamena (2016-2018), PS Tiga Naga (2019-2020). (m33)

  • Bagikan