Waspada
Waspada » Mematangkan Volume Latihan PSMS  
Olahraga PSMS Medan

Mematangkan Volume Latihan PSMS  

PENGURUS PSSI dalam SKEP/69/XI/2020 tentang Penundaan Kompetisi Tahun 2020, menerakan salah satu keputusannya; bahwa Kompetisi Liga 1 dan 2 akan dilaksanakan Februari 2021.

Berarti bagi klub-klub Liga 1 dan 2, masih ada waktu sekira dua setengah bulan lagi untuk melakukan persiapan (latihan), setelah libur hampir dua bulan.

Bagi seorang olahragawan, apalagi pemain bola, masa liburan itu jelas menurunkan kebugaran dan kelenturan fisik, memengaruhi otot, yakni oksigen dalam otot berkurang paling tidak 8% dan VO2Max akan turun sekira 9%, jika olahragawan berhenti melakukan latiham fisik selama 3-12 minggu.

Hal tersebut disinggung pakar olahraga Richard Godfrey dalam artikel yang ditulisnya; “Why a Change Really is Better than a Rest”.

Sedangkan Steven J. Fleck dan William J. Kraemer dalam buku “Priodization Breakthrough” menjelaskan, bahwa ketidak-aktifan dan tanpa latihan akan menimbulkan kemunduran bagi olahragawan, termasuk pesepakbola.

Dalam kaitan ini wajar jika kita memberikan apresiasi kepada Pengurus PSMS, terutama kepada Komut Edy Rahmayadi yang memutuskan; awal Desember semua pemain PSMS plus ofisial “pulang kandang” di Asrama Kebun Bunga. Berarti tersedia waktu dua bulan sebelum terjun ke arena kompetisi.

Waktu dua bulan cukup untuk mematangkan apa yang disinggung Godfrey, Fleck dan Kraemer, mengingat semua pemain PSMS bukanlah pemain pemula. Apalagi mereka adalah sepakbolawan profesional. Apalagi selama libur, mereka sama sekali tidak jadi pegangguran, karena tetap digaji 40% (gaji/transport) dari gaji penuh  sejak Oktober dibayar 60%.

Semua hal yang terkait dengan masalah pelatihan, tentu coach Gomes de Olivera (Brazil) dan Ansyari Lubis memahami betul, bahwa fungsi kedua pelatih sangat memengaruhi keberhasilan melaksanakan variasi dalam latihan.

Kita  yakin Olivera telah memiliki konsep variasi latihan juga memberi kesempatan untuk mengubah tujuan dan sasaran program latihan, agar motivasi tetap terjaga, selain tidak membosankan.

Kita coba menyinggung masalah volume latihan selama dua bulan yang tersedia untuk PSMS dan pelatih Olivera, karena volume adalah kuantitas prasyarat latihan yang memungkinkan pemain mencapai tingkat kualitas tertinggi dalam spesifikasi fisik, maupun taktik.

Ingat, volume latihan terkadang lebih tepat disebut dengan seluruh kegiatan yang dilakukan dalam latihan, jarak yang ditempuh dalam latihan, berat badan dan penguasaan teknik yang diangkat di tiap unit belakang (back), tengah (gelandang) dan depan (penyerang), waktu dan jumlah apa yang perlu diulang atau elemen teknik yang dilaksanakan dalam waktu tertentu.

Jangan lupa volume juga sebagai total kerja yang ditampikan dalam sebuah sesi latihan tunggal atau siklus latihan.

Sepakbola adalah cabang olahraga berat bagi atletnya; selama 45 menit pertama semua pemain harus bergerak, demikian juga pada 45 menit berikutnya, hanya diantarai 15 menit istirahat, bahkan jika terjadi perpanjangan waktu, pemain harus bergerak lagi secara penuh.

Dengan demikian ketahanan fisik dan daya tahan pemain harus benar-benar prima sebelum turun ke lapangan. Daya tahan yang kita maksud adalah daya tahan sirkalatori-reseptor (circulatory-respiratoyy endurance) yakni sirkulaiori yang berhubungan dengan peredaran darah dan reseptor yang berhubungan dengan pernafasan. Artinya pelatih tidak mungkin jalan sendiri, tapi harus selalu bergandengan tangan erat dengan dokter tim.

Semoga apa yang kita kemukakan di atas merupakan bagian panduan yang akan dilaksanakan Oliviera bersama Pasukan Ayam Kinantannya di awal Desember saat dimulainya pemusatan latihan tim.#

 

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2