Polres Langsa Bongkar Jaringan Peredaran Alat Kosmetik Ilegal

LANGSA (Waspada): Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Langsa, Kamis (7/11) berhasil membongkar jaringan peredaran alat kosmetik tanpa izin edar (ilegal) tanpa dilengkapi dengan Label BPOM asal China, Korea, Thailand dan Malaysia di wilayah Kota Langsa.

Polres Langsa Bongkar Jaringan Peredaran Alat Kosmetik Ilegal
Waspada/dede Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo saat memberikan keterangan pers terkait jaringan peredaran alat kosmetik tanpa izin edar (ilegal) tanpa dilengkapi dengan Label BPOM di Mapolres Langsa, Kamis (7/11).

Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan, SIK. MSc melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo, terungkapnya jaringan penjualan alat kosmetik tanpa izin edar atau tanpa dilengkapi dengan Label BPOM, Selasa (5/11) sekira pukul 12:00 berdasarkan informasi masyarakat bahwa di Toko House Beauty and Parfum.

Selanjutnya, anggota Sat Reskrim Polres Langsa melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut dan mengamankan EM, 33, IRT, warga Perumahan Mawadah I No. B 53 Desa Paya Bujuk Seuleumak Kec. Langsa Baro Kota Langsa.

"EM diamankan karena diduga telah melakukan tindak pidana mengedarkan, menyediakan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar (BPOM) yang dilakukan di rumahnya dengan cara menjual alat alat kosmetik tersebut kepadasiapa saja yang mau membelinya," sebutnya. Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres

Langsa guna dilakukan Proses lebih lanjut. "Setelah mengamankan tersangka EM, sekira pukul 16:00 anggota Sat Reskrim kembali  mengamankan satu tersangka lainnya NW, 27, wiraswasta, warga Lor. C Desa Paya Bujuk Tunong Kec, Langsa Baro Kota Langsa, karena diduga menjual alat-alat kosmetik tanpa BPOM kepada orang yang mau membeli di tokonya House Beauty and Parfun di Jalan A.Yani Gampong Jawa Kec. Langsa, Kota Langsa.

"Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Langsa guna dilakukan proses lebih lanjut," urai Kasat Reskrim.

Sementara, barang bukti yang diamankan dari EM sebanyak 142 kosmetik dengan 37 jenis, yakni, 8 Pc Merk Yu Chun Mei, 3 Pc Bioaqua 24k Gold Skin Care, 2 Pc Bioaqua Exqiusite & Delicate B.B, 3 Pc Cream Air Cushion Bioaqua, 3 Pc Bioaqua 24k Gold Skin Care, 3 Pc Bioaqua Smooth Muscle Flawess, 2 Pc Bioaqua Activated Carbon, 4 jenis Pc Obat selera Makan Merk Sam Yun Wan, 11 Pc Graceful Cordy, 9 Pc serum Yu Chun Mei, 13  Pc Eye Liner Merk Qianxiu, 3 botol Animate Facial Essense, 1 Pc Kiss Beauty Professional Waterproof gel Eyeliner, 2 Pc Hand Body Designer Collecton, 3 Pc Heng Fang Magic Skin Beautyful, 2 Pc Mistine Egg White, 1 Pc Kiss Beauty Contour Stick, 2 Pc Keylie Jenner Pressed Powder Eyeshadow, 1 Pc ADS Fashion Colour Make Up Kit, 1 Pc Eye Shadow Merk Naked 3 Urban Decay, 2 Pc 3CE Mood Recipe Lip Color Mini Kit, 3 Pc Maskara Merk Maybelline, 1 Botol Prime Tri – Peptide, 1 Pc Collagen Crystal Eye Mask, 3 Pc Mini Brow Clas, 1 Pc Vaseina, Pc Eye Shadow & Eyeliner Merk Aigner, 2 Paket Walet Cream, 1 Pc Nose Up, 12 Pc Cream yang dimuat dalam Botol Biru Putih, 10 Pc botol putih berisi cairan yang tidak ada merk, 4 Pc Botol Putih BPO Cream, 1 Pc Jelly Glowing Merk Pink, 4 Pc Pelembab Bibir warna Pink Hitam, 3 Paket Merk Lasona, 11 Paket Lotion Kuning Putih/Siang Malam

Sementara barang bukti dari NW,  sebanyak 21 jenis kosmetik dengan jumlah 38 kosmetik, yakni 5 Pc Laneige Time Freeze Intensive Cream EX, 1  Pc Laneige Special Care Cica Sleeping Mask, 2 Pc Laneige Special Care Lip Sleeping Mask, 2 Pc Sabun Nature Republic, 1 Pc ST. Ives Acne Control, 1 Pc masker Komedo Merk Bye Bye Blackhead, 1 Pc Serum Wajah Merk Hello Derma High Vit C Serum, 4 Pc Focallure Face Blush | FA-17, 2 Pc Focallure Face Color Mix | FA-25, 1 Pc Focallure | Auto Brows Pen, 1 Pc Ink Velvet Peripera Hip Beige Pink, 1 Pc Ink Velvet Peripera Update Natural Pink, 1 Pc Peripera Airy Ink Velvet, 1 Pc AHA- BHA- PHA 30 Days Miracle Serum, 1 Pc Snail Truecica Miracle Repair Serum, 5 Pc Sabun Merk Pyary Nalpamara Herbal Soap, 1 Pc Pasta Gigi Merk Nature Republic | Tootpaste Jasmine Mint, 1 Pc Nature Republic Snail Solution, 2 Pc Helwa Gold Jely, 1 Pc Helwa Whitening Night dan 3 Pc. Liplapin Red Rose.

Dikatakan Kasat Reskrim, barang-barang kosmetik tersebut merupakan obat luar khusus untuk kecantikan. Sementara asal obat-obatan tesebut berasal China, Korea, Thailand dan Malaysia.

"Barang kosmetik ini dipesan para pelanggan melalui sistem online dan media sosial, di mana setelah pembayaran barang dikirim melalui jasa pengiriman," ungkapnya.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 197 Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan: Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara Ruiipallng lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000," pungkas Kasat Reskrim.(m43)