Pidie Daerah Unik

SIGLI (Waspada): Pidie salah satu daerah di Provinsi Aceh yang memiliki beragam keunikan dan kekhasan budaya yang masih asli, dan perlu dilestarikan.

Pidie Daerah Unik
WAKIL bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, saat membuka acara forum dialog kearifan lokal mempersatukan bangsa di Safira Hotel, Blang Paseh, Kota Sigli. Selasa (6/8). Waspada/Muhammad Riza

Daerah berjuluk Pang Ulee Buet Ibadat Pang Ulee Hareukat Meugoe, itu juga banyak menyimpan manuskrib ternama sejarah peradaban manusia. Diantaranya,

kitab fiqh bidayah, kitab ilmu tauhid, kitab masailal mubtadi, kitab nawhu sharaf, kitab nazam Aceh dan perukunan, Melayu, Arab. Selanjutnya, kitab obat-obatan dan ruqyah, kitab tasauf hidayatus sadikin dan lain sebagainya.

”Kesemuanya, itu tersimpan rapi di Meseum Indatu Gampong Balee Pineung, Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie” kata Wakil bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, pada acara diseminasi informasi publik forum dialog, bertajuk “Kearifan Lokal Mempersatukan Bangsa” yang digelar di Safira Hotel Blang Paseh, Kota Sigli. Selasa (8/8) pagi.

Menurut Fadhlullah, beberapa ekspresi budaya yang masih asli dan masih dipratikkan dalam kehidupan masyarakat Pidie, yaitu ritual kenduri atau perayaan Laot, kenduri blang dan lain sebagainya. Begitupun Pidie memiliki tradisi lisan seperti Hiem (teka-teki-red) dan hikayat Asai Pade.

Sedangkan adat istiadat di Kabupaten Pidie.Yaitu, adat diet atau diyat, adat pantang, adat peusijuek, budaya boh gaca, khanduri jeurat, peuayon aneuk, dan peudamee ureung.

Adat istiadat tersebut, jelas Fadhlullah berkaitan dengan beberapa jenis. Yaitu, adat istiadat tentang tata perilaku masyarakat, adat istiadat terkait perilaku terhadap agama, perkawinan, gotong-royong, dan sebagainya.

Di samping itu juga, Kabupaten Pidie mempunyai jejak arkeologis sebagai masyarakat agraris dan nelayan. Hal ini papar Wabub Pidie, tersebut sangat mudah ditemukan melalui keberadaan sejumlah teknologi. Baik, itu bersifat tradisional maupun modern.

Teknologi tradisional bidang pertanian yang terdapat di Kabupaten Pidie diantaranya adalah Jeungki, Krong, Yok, Creuh dan lain sebagaianya. Kesenian tradisional di Kabupaten Pidie meliputi Seni Tari atau Tari laweut Aceh, Tari Seudati, Tari Meugrop, dan Rapai Grimpheng, seni teater atau cerita bakeutok dan seni musik atau kra.

Pidie juga memiliki permainan rakyat, semisal catoe Aceh, gasing Aceh dan geulayang tunang. Sedangkan olahraga tradisional Geudeu-geudeu.

Wakil bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, dalam kesempatan itu juga mengungkapkan sejumlah cagar budaya yang terdapat di Kabupaten Pidie. Dianjtaranya, Komplek makam Syaik’ Abdur Rahim Al-madani, makam Shultan Ma’ruf Syah, makam Po Teumeuruhom, Rumah Aceh Raja Husen, makam Tgk Syik Di Tiro Muhammad Amin, makam Syeh Abdurrahim Shalih Almadani, makam Tuanku Hasyim Banta Muda, Rumoh Aceh Bentara Gigieng, Mesjid Tuhadaya Bubue dan Mess Kupaleh Kuta Asan.

Namun, ujar Fadhlullah seiring perkembangan zaman, modernisasi teknologi dan informasi, keunikan budaya, identitas masyarakat Pidie mulai tergerus. Terutama, di kalangan generasi muda yang mulai enggan mempelajari dan mengenal adat dan budaya, seni serta kearifan lokal milik mereka itu sendiri. (b10)