Petahana Nisel Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur dan SDM Indonesia Maju

MEDAN (Waspada) : Memasuki pekan kedua, Partai Perindo memjadi "primadona" para pasangan bakal calon (balon) bupati/walikota pada Pilkada Sumut serentak 2020 mendatang. Awal pekan kedua ini, empat figur balon untuk Bupati Nias Selatan (Nisel) bersaing simpati mendapatkan tiket dari Perindo Sumut.

Petahana Nisel Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur dan SDM Indonesia Maju
Balon petahana, Hilarius Duha menyatakan rencana pembangunan periode keduanya di uji kelayakan di kantor Perindo

Keempat figur tokoh yang turut meramaikan bursa balon Bupati Nisel adalah, Sokhizaro Laia, Idealisman Dachi, Ranto H Dachi dan Hilarius Duha (Petahana).

Ketua DPD Partai Perindo Nisel, Rindu Halawa menyatakan awalnya ada lima balon bupati yang sudah melaporkan akan mengikuti ujian kelayakan dan kepatutan di DPW Partai Perindo Sumut. Namun salah seorang mengundurkan diri.

"Tadinya ada lima balon yangnsiap mengikuti Pilkada Nisel,  namun satu balon menyatakan mengundurkan diri," kata Rindu kepada wartawan di sela sela pelaksanaan uji kelayakan para balon kepala daerah di Kantor DPW Partai Perindo Sumut, di Medan Senin (2/12). 

Hilarius Duha

Balon petahana, Hilarius Duha menyatakan rencana pembangunan periode keduanya nanti akan dikaitkan dengan Indonesia Maju yang meruoakan progran Nasional dari Presiden Joko Widodo. 

"Baik infrastruktur maupun SDM yang telah berjakan lima tahun terakhir ini terus kita tingkatkan. Sehingga pembangunan yang telah diletakkan ini ke depan berkelanjutan. Mengharapkan Perindo mau mendukung kami," kata Duha usai mengikuti tes uji kelayakan balon Bupati Nisel di Kantor DPW Perindo Sumut,  Senin (2/12).

Dikatakannya, kelanjutan pembangunan ini tidka telepas dari dukungan masyarakat. "Dukungan masyarakat nanti untuk periode kedua ini terus kita tingkatkan dengan kerja baik pembangunan maupun SDM nya untuk menyamakan dengan pembangunan Nasional Indonesia Maju,"  ucapnya. 


Idealisman 

Sementara, balon Bupati Nias Selatan (Nisel),  Idealisman Dachi menyatakan niatnya maju pada Pilkada 2020 mendatang untuk memperkuat dunia pendidikan hingga sejajar dan mengejar ketertinggalan dari  daerah lain yang lebih dahulu bidang pendidikannya lebih maju. 

"Lewat dunia pendidikan,  sumber daya manusia masyarakat Nisel akan lebih kuat dan maju. Ini kunci penguatan agar Nisel lebjh naju dari sekarang, " kata Idealisman menyebut salah satu visinya memimpin Nisel usai  mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Kantor Perindo Sumut, Medan,  Senin (2/12).

Bahkan Idealisman menegaskan penguatan dibidang pendidikan dnegan cara menggratiskan mulai tingkat TK sampai perguruan tinggi. 

"Negara harus hadir dan melindungi rakyatnya. Pendidikan gratis mulai dari TK hingga perguruan tinggi akan jadi prioritas. Ini untuk 
membuat Nisel bisa lebih berkembang kedepannya," ucapnya. 

Dikatakannya,  dengan pendidikan yang mempuni mendorong peningkatan SDM masyarakat akan menjawab dan mempermudah tantangan dibidang lainnya lebih mudah lagi untuk mensejahterakan masyarakat dan membangun Nisel. 

"Dengan generasi yang cerdas, pendidikan masyarakat sudah meningkat, akan berpengaruh dengan bidang lainnya seperti pariwisata,  perekonomian juga meningkat. Masyarakat akan lebih mengerti. bagaimana menanggapi para wisawatan dari luar daerah maupun luar negeri," ungkap  Bupati Nisel periode 2010-2015  didampingi Ketua DPW Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan dan Sekwil Perindo Sumut Donna Siagian. 

Memang lanjut Idealisman untuk membangun Nisel butuh 
waktu. Karena itu selain pendidikan, bidang kesehatan juga jadi salah satu fokus yang akan ditingkatkan. 

"Saya merasa masyarakat di Nisel merindukan dan menginginkan saya maju lagi untuk membangun dan meneruskan ala yang pernah saya lakukan," katanya. 

Sokhizaro Laia 

Di tempat yang sama, bakal calon Bupati Nisel, Sokhizaro Laia mengatakan  dibutuhkan 
kerja keras untuk membangun Nisel. Karenanya, dia akan  terlebih dulu membenahi ibu kota Nisel yang dinilainya semraut. 

"Kita ingin menciptakan ikonik. Pasar tradisional, terminal dan 
sekolah akan kita tata. Kita cari tempatnya yang baru. Rumah di sana akan kita perbaiki, dengan sentuhan unsur khas Nisel. Ini yang akan menarik perhatian wisatawan dan dengan sendirinya meningkatkan pariwisata," lata Laia. 

Laia mengatakan akan mempergunakan tenaga 
ahli untuk mengkaji potensi yang ada di 35 kecamatan di Nisel.

"Hasil kajian itulah nanti akan kita laporkan ke pemerintah provinsi hingga pusat. Dengan begitu akan membangun daerah sesuai dengan sasarannya," ujarnya. 

Untuk dunia pendidikan, Laia berjanji akan menggandeng universitas negeri untuk memberi pelatihan kepada guru honorer.

"Dengan pelatihan diharapkan akan meningkatkan kemampuan guru honorer untuk memberi pengajaran kepada siswa," ujarnya. (m44)