Pengurus Organisasi Wanita Hadiri Sidang Lapangan Kasus Lahan BKOWSU 

MEDAN (Waspada): Puluhan pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Utara menghadiri sidang lapangan kasus lahan dan gedung di Jl Cikditiro Medan, Jumat (6/9). Sidang lapangan dengan Hakim Jamaluddin, SH,MH dari Pengadilan Negeri Medan atas gugatan pihak yayasan terhadap pengurus BKOW Sumut dan sudah beberapakali disidangkan di Pengadilan Negeri Medan. Hadir juga pihak penggugat (Yayasan Wisma Kartini) serta hakim dan staf pengadilan.

Pengurus Organisasi Wanita Hadiri Sidang Lapangan Kasus Lahan BKOWSU 
Suasana sidang lapangan lahan Gedung Wisma Kartini dihadiri penggugat dan tergugat dengan hakim Jamaluddin, SH,MH dari PN Medan. Waspada/ist

Kuasa Hukum tergugat dalam hal ini BKOW, Hamdani Harahap mengatakan, BKOW siap untuk menguji kebenaran antara yang tertulis dengan fakta fisik. Fakta fisiknya bahwa yang menguasai adalah tergugat. Penggugat mengatakan menguasai tetapi tidak didukung dengan dalil. Sementara secara hukum, katanya, pembuktian atas tanah harus berdasarkan data yuridis dan data fisik. Sudah jelas yang menguasai adalah BKOW.

"Secara yuridis bahwa fakta yayasan pembentukannya tidak terhubung dengan pendirinya ini. Yayasan dulu sudah bubar, sehingga serta merta secara hukum akal sehat, pengelola sekarang adalah BKOW," sebut Hamdani. Ditambahkanya, untuk pembuktian apakah terhubung data fisik dengan data yuridis, nanti akan diuji lagi berdasarkan dokumen dan kesaksian.

"Tanggal 16 September 2019 mendatang, sidang akan dilanjutkan untuk mendengarkan penuturan saksi dari penggugat. Sementara dari BKOW akan menyiapkan saksi dan dokumen lainnya," kata Hamdani sembari menyebutkan, sebelumnya, BKOW Sumatera Utara menolak uang Rp2 Miliar dan Rumah Toko (Ruko) yang ditawarkan Yayasan Gedung Wanita Indonesia. 

BKOW digugat oleh Yayasan Gedung Wanita Indonesia, disuruh pindah alias tergusur. Pada saat sidang mediasi sebelum masuk ke pokok perkara, pihak yayasan menawarkan uang Rp2 miliar dan Ruko. Tapi, BKOW menolak dan memilih mempertahakan gedung karena alasan historis sejarah.

Suasana sidang hampir memanas tatkla pihak yayasan menyebutkan beberapa aset dalam gedung adalah milik mereka dan dibantah pengurus BKOWSU.(m37)