Waspada
Waspada » Upaya Memotivasi UMKM Dalam Pengembangan Usaha Di Masa Pandemi Covid-19
Pendidikan

Upaya Memotivasi UMKM Dalam Pengembangan Usaha Di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Siti Novia Rachmawati, SE, Iman Hasan Ansyari MN, SE, Refinda Sari, SM, Prof Dr Ritha F Dalimunthe, SE, MSi

MUNCULNYA Covid-19 pertama kali di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 menimbulkan banyak problematika yang mau tidak mau harus dihadapi. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 adalah Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat, hingga kematian.Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia pada februari 2020 Salah satu sektor yang dihempas oleh Covid-19 ini adalah sektor ekonomi,mulai dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dengan adanya penerapan protokol kesehatan yang di terapkan oleh pemerintah dan harus di patuhi oleh pelaku usaha, seperti menjaga jarak, tidak berkerumun dan memakai masker membuat para pelaku UMKM kesulitan dalam beraktivitas dimasa pandemik karena adanya pembatasan tersebut.

UMKM menurut UU No 20 Tahun 2008 ialah usaha perdagangan yang dikelola oleh perorangan yan merujuk pada usaha ekonomi produktif dengan kriteria yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang. UMKM sebagai sektor usaha yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ekonomi menengah ke bawah adalah sektor usaha yang memerlukan perhatian khusus dalam masa pandemi COVID-19 saat ini. Dampak yang diterima para UMKM akibat COVID-19 sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat saat ini. Hal ini tentu menjadi perhatian dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Pada masa pandemi ini para pelaku UMKM tidak muluk-muluk berfikir untuk berkembang, mampu bertahan saja dimasa yang sulit ini sudah merupakan hal yang luar biasa. Dengan kondisi seperti sekarang ini, maka hal paling sederhana yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan motivasi para pelaku UMKM agar tetap bisa bertahan dimasa pandemi saat ini.

Stephen P. Robbins dan Timothy A. Judge mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan mengenai kekuatan, arah, dan ketekunan seseorang dalam upaya untuk mencapai tujuan. Ada 2 faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk termotivasi, diantaranya yaitu:

  1. Motivasi Instrinsik
    Yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai bentuk awareness seseorang terhadap sesuatu hal yang dianggap penting bagi keberlangsungan hidupnya.
    Motivasi intrinsik bisa didapat dengan cara mengikuti pelatihan online yang dapat menumbuhkan semangat entrepreneurship, merubah mindset, berani mengambil keputusan, berani beradaptasi dengan lingkungan baru. Pada masa pandemi ini semua hal lebih banyak dilakukan secara online dikarenakan adanya protocol kesehatan yang perlu dijalankan. Untuk itu para pelaku UMKM juga haru merubah strategi pemasaran mereka tidak lagi berjualan secara nyata namun bias dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sisoal sebagai ranah promosi barang dan jasa, serta sebagai sarana penjualan online. Hal ini dilakukan agar produk yang dihasilkan tetap dapat dikenal, dan dibeli oleh konsumen di masa pandemi ini.
  2. Motivasi Ekstrinsik
    Yaitu motivasi yang berasal dari luar diri seseorang, yang dalam hal ini motivasi dari pemerintahlah yang menjadi faktor ekstrinsik dalam mengupayakan UMKM untuk survive. Suhaji Lestiadi sebagai pengamat kebijakan UMKM di Indonesia memberikan saran berupa 7 langkah solusi yang bisa ditempuh pemerintah untuk pemulihan ekonomi terutama di sektor UMKM, diantaranya yaitu:
  • Resetting konsep pembangunan ekonomi rakyat ke arah sistem perekonomian yang lebih berkeadilan dan kekeluargaan sebagaimana diamanatkan UUD 1945 pasal 33.
  • Hingga tiga tahun ke depan menyiapkan skema pembiayaan Pandemi Covid-19 (pandemic finance) bagi koperasi dan UMKM senilai Rp500 triliun per tahun dengan pola  chanelling yang diaplikasikan pada : (1) pemberian bantuan modal dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi para pelaku usaha sebesar Rp. 2,4 Juta yang diberikan kepada jutaan UMKM di seluruh wilayah Indonesia, (2) Pemberian Insentif Pajak yang termaktum dalam Peraturan Menteri Keuangan PMK-44/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan Restrukturisasi Kredit UMKM yang mendapat payung hukum dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/ Subsidi Margin untuk Kredit/ Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang kemudian diperbaharui dengan Nomor 85/ PMK.05/2020.
  • Pengembangan produk lokal unggulan mulai dari bidang pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan, hingga pemasaran terintegrasi sebagai basis usaha Koperasi dan UMKM.
  • Sinergi dan orkestrasi pembangunan ekonomi rakyat.
  • Menyiapkan peraturan dan ketentuaan yang mendukung pelaksanaan resetting  perubahan  mindset pembangunan ekonomi rakyat.
  • Scale-up  usaha dan penguatan digitalisasi produk – produk koperasi dan UMKM.
  • Penguatan sistem monitoring dan evaluasi dari segenap  stakeholders Koperasi dan UMKM secara terstruktur dan berkelanjutan berbasis Dashboard Management System.

Ketujuh strategi ini dipercaya dapat menghindarkan Indonesia dari resesi ekonomi dan membangkitkan kembali ekonomi nasional yang berkeadilan dilandasi semangat gotong-royong.

Kolaborasi antara motivasi instriksik dan motivasi ekstrinsik ini diharapkan mampu mempermudah UMKM untuk survive, dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat terwujud.

Penulis adalah Mahasiswa dan Dosen Magister Ilmu Manajemen FEB USU

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2