Tim PPM USU Penyuluhan Lingkungan Dan Bangun Demplot Agrowisata Buah

  • Bagikan
Kegiatan penyuluhan lingkungan hidup dan kehutanan terhadap masyarakat. Waspada/ist
Kegiatan penyuluhan lingkungan hidup dan kehutanan terhadap masyarakat. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Tim program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Sumatera Utara (USU) yang diketuai Pindi Patana, S.Hut., M.Sc serta Dr. Oding Affandi, Dr. Nurdin Sulistyo, dan Dr. Agus Purwoko selaku tim bidang restorasi Kawasan Hutan melaksanakan kegiatan pegabdian kepada masyarakat di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sabtu (/11).

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November tahun 2021 mengambil tema “Restorasi Kawasan Hutan Dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat dan Kelestarian Hutan”. Kegiatan juga dirangkai dengan penyuluhan tentang ligkungan hidup dan kehutanan, pembentukan kelompok masyarakat konservasi dan kegiatan penanaman beragam jenis pohon buah-buahan.

Hadiri pada kegiatan itu para pejabat desa dan perangkat desa, tokoh masyarakat maupun kelompok pemuda di Desa Timbang Lawan. Pindi Patana selaku Ketua PPM USU kegiatan ini merupakan kegiatan bersama dari berbagai lintas disiplin ilmu atau fakultas yang ada di USU, seperti Fakultas Kehutanan, Pertanian, Peternakan, dan fakultas lainnya.

“Kegiatan terkait Restorasi Kawasan Hutan ini merupakan salah satu dari kegiatan besar PPM Program Desa Binaan USU dengan tema “Membangun Kemandirian Desa Dalam Mitigasi Konflik Manusia Dan Harimau Di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat yang sudah dimulai sejak Juli 2021. Jadi, selain kegiatan restorasi kawasan, terdapat kegiatan lain seperti pengembangan ekowisata, pembuatan kandang anti harimau, pengolahan pakan ternak, serta pemeliharaan dan pengembangan rusa”, jelas Pindi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan lingkungan hidup dan kehutanan kepada masyarakat Desa Timbang Lawan. Oding Affandi selaku koordinator bidang restorasi kawasan hutan menyampaikan materi tentang pentingnya memelihara lingkungan hidup dan hutan bagi kehidupan manusia. “Kita berharap dengan terbukanya pemahaman masyarakat, maka masyarakat akan menjadi pendukung dan pelaksana utama dalam kegiatan restorasi Kawasan hutan”, ujarnya.

Kegiatan Penanaman Pohon Tahap Ke-3 dan Bibit Yang Akan Ditanam. Waspada/ist

Pada kesempatan itu juga dibentuk Komunitas Peduli Hutan dan Konservasi Harimau Pulau Pisang atau dengan sebutan lain yaitu BITCO-Banana Island Tiger Conservation Community, yang diketuai Saipul Bahri. Setelah pembentukan kelompok, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis pohon buah-buahan yang diikuti oleh masyarakat. Adapun jenis pohon yang ditanam antara lain durian, alpukat, klengkeng, mangga, rambutan, dan manggis. Penanaman pohon ini merupakan penanaman tahap ketiga atau tahap terkahir yang secara keseluruhan telah ditanam sebanyak 234 pohon yang terdir idari durian 50 batang, alpukat 50 batang, klengkeng 22 batang, manga 54 batang, rambutan 48 batang, dan manggis 10 batang.

Menurut Oding, kegiatan penanaman ini merupakan kegiatan awal restorasi kebun rakyat yang pada saat ini didominasi tanaman sawit. Kegiatan restorasi dilakukan dalam upaya penyelesaian permasalahan adanya kebun sawit pada kawasan hutan yang saat ini dikuasai masyarakat.

Dengan pengembangan tanaman buah-buahan pada kegiatan restorasi ini sebagai upaya pengembangan wisata buah dan pengembangan industri olahan hasil buah-buah di Desa Timbang Lawan dengan konsep desa preneur ship. Melalui konsep ini, diharapkan Desa Timbang Lawan bisa menjadi salah satu Desa Wira usaha dan Desa Wisata di ProvinsiSumut. (h02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *