Waspada
Waspada » Telan Anggaran Rp4,1 Triliun, KIP Kuliah Harus Tepat Sasaran
Pendidikan

Telan Anggaran Rp4,1 Triliun, KIP Kuliah Harus Tepat Sasaran

 

JAKARTA (Waspada): Pemerintah melalui Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalokasikan 4,1 triliun rupiah dari APBN Tahun 2020 untuk KIP Kuliah dengan berbagai skema. Dana sebesar itu untuk memastkan tidak ada mahasiswa putus kuliah atau tidak ada biaya untuk memulai kuliah.

 

Skema pertama sebesar 1 triliun rupiah dialokasikan untuk bantuan UKT/uang kuliah mahasiswa. Skema ini ditargetkan menyasar 419.000 mahasiswa dengan perluasan penerima manfaat tidak hanya mahasiswa PTN namun juga menyasar mahasiswa PTS.

Skema kedua, sebesar 1,3 triliun rupiah dialokasikan untuk beasiswa KIP-K tahun 2020 reguler mahasiswa baru semester I tahun 2020. Skema dua ini ditargetkan menyasar 200.000 mahasiswa.

Terakhir skema tiga sebesar 1,8 triliun rupiah dialokasikan untuk beasiswa Bidikmisi on going dan afirmasi perguruan tinggi. Skema tiga ini menyasar 267.000 mahasiswa.

Untuk tepatnya sasaran, pemerintah mendorong dan mengajak masyarakat untuk saling peduli, bergotong royong untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena ketiadaan biaya.

“Kita semua berharap dengan adanya program KIP Kuliah, mahasiswa dapat melanjutkan perkuliahan dan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena ketiadaan biaya kuliah,” ujarnya saat peluncuran program #temanKIP yang diprakarsai oleh Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma’ruf, kemarin.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto; plt. Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Kemdikbud Abdul Kahar dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag M. Arskal Salim.

Plt Sekjen Kemenag, Nizar Ali mengatakan, untuk program KIP Kuliah ini akan menyasar di 58 PT Keagamaan Islam Negeri. Jumlah mahasiswanya mencapai lebih dari 17 ribu orang.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf menjelaskan bahwa #temanKIP merupakan program kerja sosial bersifat kerelawanan untuk memastikan manfaat KIP Kuliah sampai kepada mahasiswa yang berhak. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam afirmasi perluasan akses pendidikan tinggi untuk masyarakat Indonesia.

Terkait teknis pelaksanaan #temanKIP, Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa #temanKIP akan mendelegasikan koordinator di setiap kampus dan wilayah dari unsur mahasiswa untuk membantu memberikan informasi, pendampingan dan pengaduan terkait KIP-Kuliah.

“Kami juga akan bersinergi dengan Rektorat setiap perguruan tinggi penyelenggara KIP Kuliah,” pungkas Aminuddin.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2