Tanoto Foundation Dampingi Guru Dan Kepala Sekolah Pembelajaran Aktif

Tanoto Foundation Dampingi Guru Dan Kepala Sekolah Pembelajaran Aktif

  • Bagikan
Guru Aktif - Serma Ulipa Simbolon Guru SD Negeri 040460 Berastagi sedang melaksanakan pembelajaran aktif jarak jauh dengan media pembelajaran yang dirancang sendiri melalui daring bersama muridnya.
Guru Aktif - Serma Ulipa Simbolon Guru SD Negeri 040460 Berastagi sedang melaksanakan pembelajaran aktif jarak jauh dengan media pembelajaran yang dirancang sendiri melalui daring bersama muridnya.

MEDAN (Waspada): Pendekatan Pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi siswa dalam berkreativitas di tengah situasi pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan kepala sekolah. Terutama dalam pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan (Daring) menggunakan teknologi komunikasi melalui aplikasi telepon genggam dan komputer, serta luar jaringan (Luring) dengan pemberian tugas siswa dan menjalin hubungan dengan orangtua mendampingi anak belajar di rumah.

Koordinator Tanoto Foundation Provinsi Sumatera Utara, Yusri Nasution mengatakan, guru dan kepala sekolah dituntut memiliki pemahaman yang baik dalam pendekatan pembelajaran aktif untuk mendukung peran orangtua mendampingi anak belajar di rumah selama pembelajaran tatap muka di sekolah belum dapat dilaksanakan.

“Meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tentu saja tidak mudah, kami terus berusaha dengan memaksimalkan potensi yang ada dengan meningkatkan kapasitas penyelenggara sekolah menghadapi sistem pembelajaran dari rumah, dengan kerjasama yang sudah ada bersama pemerintah daerah Mitra program seperti Kab. Batubara, Kota Pematangsiantar, Kab. Karo dan Kab. Asahan melaksanakan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah melalui pelatihan dan pendampingan,” ungkap Yusri.

Khusus di wilayah Kabupaten Batubara, lanjut Yusri, pihaknya bersama Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan telah berhasil melaksanakan diseminasi modul satu program Pintar dengan melatih seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se Kab. Batubara dalam pembelajaran aktif, Budaya Baca, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

“Hal ini kita laksanakan selama masa pandemi ini, melalui beberapa gelombang pelatihan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan untuk kota Pematangsiantar kita bersama Dinas Pendidikan juga telah melatih seluruh guru SD dan SMP dalam Modul Pembelajaran aktif, Pengelolaan lingkungan belajar, Budaya Baca dan Manajemen berbasis Sekolah (MBS) yang dilaksanakan secara daring, pada tahun lalu,” jelas Yusri.

Tanoto Foundation melalui Program Pintar di Sumatera Utara telah ikut serta memperkuat kebijakan Merdeka Belajar dengan Manajemen berbasis sekolah, dan Peningkatan Kualitas Guru, dimana selama masa pandemi telah melatih 324 sekolah di Kab. Batubara, dan Kota Pematangsiantar, dengan melibatkan 554 orang guru dan Kepala Sekolah, jenjang SD dan SMP.

Sedangkan untuk Kota Medan melalui Kerjasama dengan LPTK Mitra UMSU dan UINSU, telah melatih 94 orang dosen dengan melibatkan 27 sekolah dampingan serta 95 orang guru dan Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP sepanjang tahun 2020.

“Pada tahun ini Tanoto Foundation melalui Program Pintar akan melanjutkan program pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis digital, dimana para guru akan difasilitasi dalam penerapan pembelajaran yang memanfaatkan ragam aplikasi untuk pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar dan melakukan penilaian secara daring dan luring, hal ini dirancang mendorong siswa untuk lebih banyak mengalami, berinteraksi, berkomunikasi dan merefleksi yang kita sebut dengan Mikir,” lanjut Yusri.

“Program melatih dan mendampingi orangtua siswa juga menjadi perhatian kita, dimana orangtua sebagai sahabat belajar anak sehingga mereka dapat memahami perannya dalam pendampingan pembelajaran di rumah dan mengoptimalkan kerjasama dengan pihak sekolah dalam memberikan layanan pembelajaran berkualitas bagi anak,” tutup Yusri. (m31)

  • Bagikan