Tanoto Foundation Adakan Webinar Pembelajaran Berbasis Data

  • Bagikan
Dalam rangka membantu para pendidik memanfaatkan data Rapor Pendidikan Indonesia, Tanoto Foundation menyelenggarakan webinar nasional bertajuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Data, Selasa, (24/5).
Dalam rangka membantu para pendidik memanfaatkan data Rapor Pendidikan Indonesia, Tanoto Foundation menyelenggarakan webinar nasional bertajuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Data, Selasa, (24/5).

MEDAN (Waspada): Dalam rangka membantu para pendidik memanfaatkan data Rapor Pendidikan Indonesia, Tanoto Foundation menyelenggarakan webinar nasional bertajuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Data, Selasa, (24/5).

Acara yang digelar virtual tersebut dihadiri 658 guru, kepala sekolah, pengawas, dan dosen dari seluruh Indonesia.

Head of Strategic Planning and Partnership Tanoto Foundation Michael Susanto mengatakan, Program PINTAR dalam menjalankan kegiatannya sangat mengutamakan data sebagai rujukan.

“Perencanaan berbasis data selaras dengan cara kerja Tanoto Foundation, mengembangkan langkah-langkah perbaikan kualitas pendidikan berbasis data berbasis pada bukti atau data dan berorientasi pada dampak,” ungkapnya.

Menurut Michael, data yang komprehensif akan mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan fokus utama program dapat terlaksana dengan baik. Studi dan riset yang dapat membantu kita memahami tingkat learning losssiswa (kehilangan kesempatan belajar) dan mengambil keputusan yang tepat dalam membuat strategi pemulihan pembelajaran.

“Tanoto Foundation juga telah mengadakan pelatihan keterampilan melakukan ases mendiagnostik dan pembelajaran berdiferensiasi kepada lebih dari 4.000 guru. Dengan harapan, mereka dapat mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan data dan kebutuhan siswa,” tegasnya.

Tiga Aspek Penilaian

Dra. Asrijanty M.A. Ph.D Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Balitbang dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Balitbang dan Perbukuan Kemendikbudristek, Asrijanty, Ph.D dalam paparannya menyebut Asesmen Nasional merupakan evaluasi sistem pendidikan, bukan penilaian terhadap siswa, guru, atau kepala sekolah sebagai individu.

“Asesmen nasional dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, asesmen nasional memberi umpan balik tentang hasil belajar yang paling mendasar dan perlu diprioritaskan, serta informasi tentang cara meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Asesmen nasional menjadi umpan balik tentang kompetensi dan karakter peserta didik yang menjadi tujuan utama pembelajaran. Informasi ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan dinas pendidikan untuk memfokuskan sumberdaya pada perbaikan mutu pembelajaran,” jelasnya.

Untuk menunjang pembelajaran berbasis data, dia mengatakan bahwa dalam asesmen nasional ada tiga aspek penilaian kompetensi literasi-numerasi, karakter, dan lingkungan pembelajaran.

“Asesmen pengukuran kompetensi literasi dan numerasi pada peserta didik asesmennya berfokus pada pengembangan daya nalar dibanding pengetahuan konten. Sedangkan karakterya itu terhadap sikap, nilai, dan kebiasaan yang mencerminkan profil Pelajar Pancasila yang berbasis untuk tumbuhkembang peserta didik secara utuh dan tidak hanya berfokus pada dimensi kognitif,” ujarnya.

Merencanakan dan Mengukur Pembelajaran Berkualitas

Menurut Golda Simatupang, Kepala Pelatihan Program Pintar, kepala sekolah diharapkan dapat menyiapkan beberapa indikator, memastikan sarana dan prasarana, menyusun strategi dan pengaturan pembelajaran, serta menyiapkan prosedur monitoring dan evaluasi agar pembelajaran berbasis data dapat terlaksana dengan efektif di sekolah.

“Kepala sekolah perlu difasilitasi mengembangkan pola hadir guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang terkait dengan pembelajaran berkualitas. Mulai dari pembuatan RPP yang berbasis data, menyiapkan kebutuhan pendukung pembelajaran, hingga melaksanakan simulasi pembelajaran. Agar guru menjadi lebih siap dan efektif dalam mengimplementasikannya,” jelas Golda.

Golda juga menyarankan guru dapat membuat indikator sederhana perencanaan berbasis data pada tingkat sekolah. Seperti membuat program sekolah sesuai kebutuhan, membuat strategi perencanaan dan perbaikan proses pembelajaran yang masih lemah.

“Sehingga guru dapat mengembangkan pembelajaran yang membantu mengatasi kesulitan siswa,” pungkasnya. (m31)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.