Tahun Ajaran Baru, Toba Siap Jalankan PTM Terbatas - Waspada

Tahun Ajaran Baru, Toba Siap Jalankan PTM Terbatas

  • Bagikan

TOBA (Waspada): Setelah satu setengah tahun proses belajar-mengajar (PBM) selama masa pandemi Covid-19 berlangsung secara Daring (dalam jaringan) dan Luring (kuar jaringan), dipastikan pada tahun ajaran baru 2021-2022 nanti, akan dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Demikian disampaikan Kadis Pendidikan Toba, Parlinggoman Panjaitan ketika dikonfirmasi Waspada, Rabu (15/4).

“Secara nasional, Menteri Pendidikan sudah menginstruksikan agar proses PBM pada tahun ajaran baru di bulan Juli nanti berlangsung secara tatap muka, tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Parlinggoman.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah terkait persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Termasuk simulasi di sekolah-sekolah.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting yang wajib dilaksanakan nantinya antara lain, setiap siswa diwajibkan memakai masker, pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun, pemakaian hand sanitizer, penyemprotan ruang belajar dengan disinfektan dan jumlah siswa setengah dari jumlah kelas biasanya (terbatas).

Jika ada sekolah yang belum siap melaksanakan PTM terbatas sesuai seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, Parlinggoman mengatakan, akan tetap memberlakukan Daring dan Luring.
    
Hal senada, Kepala SD Negeri 173524 Balige, Lintong Siahaan kepada Waspada mengatakan, dalam pemenuhan protokol kesehatan, Dana BOS dapat dialokasikan untuk membeli kebutuhan Prokes seperti pembelian masker, hand sanitizer, ember cuci tangan, sabun, disinfektan juga thermo gun.
    
“Sesuai dengan kebutuhan sekolah, kita diberi wewenang mengalokasikan Dana BOS untuk membeli perlengkapan prokes Covid-19. Thermo gun minimal 1 per sekolah, kebetulan sekolah kita termasuk sekolah besar dengan jumlah siswa 400 orang lebih sehingga thermo gun harus kita beli 2 pieces,” ujarnya.
    
Tidak hanya itu, jam belajar juga disesuaikan dengan protokol Covid-19, dimana KBM akan dimulai pukul 08:00 hingga pukul 11:30 tanpa jam istirahat.
    
Saat ini, pihaknya tengah menggodok materi edukasi protokol kesehatan yang wajib dipatuhi siswa di sekolah. Materi tersebut akan diberikan pada jam pelajaran pertama pertemuan tatap muka.
    
“Siswa juga dilarang jajan di kantin dan diarahkan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing. Kepada orangtua siswa kita imbau untuk mempersiapkan bekal makanan dan minuman bagi anak-anaknya,” imbuhnya.
    
Pembelajaran tatap muka terbatas ini akan terus dievaluasi setiap harinya. Jika kurang tepat, maka akan dicarikan solusinya untuk memaksimalkan KBM.

Tidak jauh beda dengan SD dan SMP di Kabupaten Toba, Kepala SMA Negeri 2 Balige, Adol Samosir turut membenarkan adanya wewenang penggunaan Dana BOS untuk pembelajaran tatap muka.
    
“Di setiap kelas kita lengkapi dengan handwash (cuci tangan), hand sanitizer, sabun, disinfektan dan masker. Kita gunakan juga untuk revitalisasi sumur bor guna memenuhi kebutuhan air seluruh handwash dan toilet sekolah, check list kesiapan PTM terbatas terus dilengkapi sampai saat ini. Begitu ada kebijakan dari pimpinan untuk pelaksanaan PTM terbatas, sekolah sudah siap,” terang Adol.
    
Pelaksanaan teknis PTM terbatas di SMAN 2 Balige dilakukan dengan beberapa langkah seperti, meminta persetujaun orangtua dalam PTM terbatas, mendata riwayat kesehatan siswa. Siswa yang memiliki penyakit risiko tinggi tidak diizinkan untuk mengikuti PTM terbatas, serta melaksanakan pembelajaran dengan cara bergantian.
    
“Siswa yang mengikuti PTM terbatas di sekolah setiap harinya hanya 50 persen dari setiap rombongan belajar. Sementara yang lain  mengikuti pembelajaran secara online dari rumah dengan menggunakan aplikasi zoom meet, google meet. Pergantian shift siswa yang mengikuti PTM terbatas dilakukan setiap 3 hari. shift 1 mulai Senin sampai Rabu dan shift 2 mulai Kamis hingga Sabtu,” paparnya.
    
Untuk memastikan keamanan PTM terbatas, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Soposurung sebagai Faskes terdekat ke SMAN 2 Balige.
    
“Koordinasi tersebut bahkan telah dituangkan dalam bentuk MoU antara Kepala SMAN 2 Balige dan Kepala Puskesmas Soposurung,” pungkasnya.

PTM terbatas secara serentak pada
Tahun Ajaran baru 2021/2022 telah diumumkan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada akhir Maret lalu. Instruksi tersebut tertuand dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri (Kesehatan, Agama, Pendidikan dan Kebudayaan dan Dalam Negeri).

Untuk memenuhi berbagai syarar penyelenggaraan PTM terbatas, seperti pembuatan sarana cuci tangan, sabun cuci tangan, masker, hand sanitizer dan lainnya, mendikbud membolehkan sekolah menganggarkannya dari anggaran BOS yang ada. BOS bersifat fleksibel dan majemuk alias sesuai tingkat kemahalan daerah.

Meski demikian, orang tua adalah penentu boleh atau tidaknya siswa ikut PTM terbatas. Kalau orang tua ragu, maka siswa berhak dilayani lewat pembelajaran daring. Dengan itu, sekolah wajib menyediakan pembelajaran hibrid atau terpadu, antara tatap muka dan daring.

“Kita berharap PTM terbatas ini mampu menjadi solusi atas ancaman hambatan pembelajaran daring selama ini. Peran serta seluruh pihak sangat membantu kelancaran PTM terbatas ini,” ujar Nadiem.(a36/J02)
    

  • Bagikan