Survey P2G, Mayoritas Orang Tua Setuju PTM Terbatas Dan Vaksinasi Anak - Waspada
banner 325x300

Survey P2G, Mayoritas Orang Tua Setuju PTM Terbatas Dan Vaksinasi Anak

  • Bagikan
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim

JAKARTA (Waspada): Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menggelar survey nasional terkait sikap orang tua terhadap vaksinasi anak dan pembelajaran tatap muka Juli 2021.

Survey dilaksanakan pada 5 sampai 8 Juli 2021, melibatkan 9.287 responden orang tua siswa jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA di 168 kota/kabupaten dan 34 provinsi seluruh Indonesia.

Teknik pengumpulan data melalui kuesioner semi tertutup (mixed) berbasis Web yang menggunakan aplikasi Google Form dan disebarkan via aplikasi Whatsapp ke seluruh jaringan guru P2G.

Menggunakan teknik sampling acak sederhana dengan margin of error 0,5 persen.

Hasilnya, sebanyak 43,9 persen orang tua setuju sekolah PTM terbatas dimulai Juli 2021. Hanya 23,9 persen yang tidak setuju, sisanya ragu-ragu.

Artinya, mayoritas orang tua setuju terhadap mulainya Pembelajaran Tatap Muka Juli 2021. Padahal kondisi kasus Covid-19 sedang meningkat tajam, varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular. Angka pasien Covid-19 usia anak Indonesia juga tertinggi di dunia, 1 dari 8 pasien Covid-19 adalah anak.

“Ini yang harus jadi catatan bagi orang tua. Maka dibutuhkan edukasi dan sosialisasi yang utuh dan jelas bagi orang tua,”ujar Iman Zanatul Haeri, Kepala Bidang Advokasi P2G dalam keterangan pers, Minggu (11/7).

Kebanyakan orang tua beralasan kalau anak-anak mereka sudah jenuh belajar di rumah. Banyak juga yang mengaku sedih karena anak-anak hanya bermain game online di rumah, ditambah minimnya pengetahuan orang tua tentang mengajar anak di rumah.

Di sisi lain, banyak orang tua di daerah yang kesulitan mengakses internet serta alasan lain yang membuat belajar dari rumah terasa berat.

Sedangkan Orang tua yang ragu-ragu dan tidak setuju Pembelajaran Tatap Muka terbatas Sekolah/Madrasah pada bulan Juli 2021 berjumlah 56,1 persen. Ada lima alasan tertinggi yaitu 74,9 persen kasus Covid-19 semakin meningkat; 21,4 persen siswa belum tuntas divaksinasi; 17,1 persen sekolah/Madrasah berada di zona merah atau orange; 7 persen sekolah belum siap memenuhi fasilitas pendukung protokol kesehatan dan 2,7 persen guru belum tuntas divaksinasi.

“Semua alasan orang tua ini sangat rasional dan relevan dengan kondisi pandemi akhir-akhir ini,” ujar Iman.

Pengetahuan orang tua siswa terkait informasi bagaimana proses vaksinasi anak di sekolah atau daerah juga masih minim. Sebanyak 55,5 persen orang tua mengaku tidak mengetahui info vaksinasi anak di daerah/sekolahnya; 35,3 persen mengetahui dan 9,2 persen ragu.

“Di sinilah urgensi sosialisasi dan edukasi terhadap orang tua siswa. Jika tidak, maka proses vaksinasi berpotensi terhambat dan tidak maksimal. Jangka panjangnya, orang tua tetap meminta sekolah dibuka walaupun anaknya belum divaksinasi,” tambah Iman.

Survey juga menanyakan persetujuan orang tua terhadap vaksinasi anaknya. Sebanyak 63,3 persen setuju. 23,5 persen tidak setuju dan 13 persen ragu.

P2G memahami jika mendapatkan vaksinasi adalah hak (termasuk bagi anak), namun tentunya menjadi kewajiban semua orang tua, anak termasuk guru untuk menjaga dirinya tidak terpapar Covid-19 dan tidak menularkan kepada orang lain.

“Vaksinasi adalah satu satu upaya pokok sebagai warga negara yang baik, agar kita tidak mengganggu atau mengancam hak-hak orang lain untuk hidup sehat, tidak terpapar Covid-19. Tentu lebih baik jika anak sudah divaksinasi sebelum masuk sekolah PTM, demi mendukung tercapainya _herd immunity_ dan suasana pembelajaran kondusif di sekolah nantinya,” kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim.

Bagi orang tua yang tidak mengizinkan, perlu edukasi dan sosialisasi secara baik dan jelas oleh Pemerintah. Dan sekolah, seperti wali kelas punya peran yang sangat tinggi memengaruhi persepsi dan meyakinkan orang tua ini.

“Kesediaan orang tua mengizinkan anaknya divaksinasi patut diapresiasi, ini merupakan wujud nyata pendidikan bela negara bagi orang tua, apalagi bagi anak,” kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim.(J02)

  • Bagikan