Suhendra Pakpahan Dari Doloksanggul, Raih Kesuksesan Lewat Beasiswa PMDSU - Waspada

Suhendra Pakpahan Dari Doloksanggul, Raih Kesuksesan Lewat Beasiswa PMDSU

  • Bagikan
Suhendra Pakpahan, penerima beasiswa PMDSU Batch 1 yang kini berkarir sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI)

JAKARTA (Waspada):Suhendra Pakpahan, pria asal Desa Sirisirisi, Doloksanggul, Medan, Sumatera Utara berbagi kisah mengenao keberhasilannya meraih gelar doktor melalui Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Batch 1 pada 2013 lalu.

Setelah menyelesaikan jenjang S1
di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, pria yang akrab disapa Hendra ini lantas melanjutkan kesibukannya dengan bekerja di sebuah perusahaan. Karena rasa ingin tahunya yang tinggi dan masih haus akan ilmu, Hendra kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa PMDSU dengan berbagai persyaratan dan seleksi yang tentunya sudah dilalui.

Informasi mengenai program beasiswa PMDSU didapatnya melalui salah satu rekan saat kuliah di USU.

“Namun pada saat itu karena program tersebut baru saja diluncurkan ke publik, masih ada beberapa informasi yang kurang dapat dipahami,” ujar Hendra, Sabtu (18/4).

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi pilihan Hendra untuk melanjutkan pendidikannya setelah dinyatakan lolos. Bidang ilmu itu linier dengan prodi perternakan yang diambilnya di Fakuktas Pertanian USU.

Bagi pria kelahiran 1988 ini, program beasiswa PMDSU ini merupakan kesempatan emas. Saat itu, hanya ada 57 orang yang lolos PMDSU Batch 1.

“Saya bersyukur menjadi bagian dari PMDSU Batch 1 ini. Pada awalnya cukup berat tapi setelahnya menjadi lebih banyak mengetahui mengenai dunia luar serta berkolaborasi dengan pendidikan luar,” ujar Hendra.

Selama mengikuti program PMDSU, Hendra telah berhasil menerbitkan 6 jurnal internasional. Dia juga menjadi satu-satunya mahasiswa UGM yang mengikuti seleksi proposal penelitian ke Jerman selama satu tahun.

Menurutnya, selain pengalaman yang menarik, tantangan menjalani pendidikan jalur PMDSU pun sangat menarik. Salah satunya adalah saat dia harus beradaptasi dengan budaya baru yang berbeda dengan tempat dia dilahirkan.

“Budaya di Yogyakarta sangat berbeda dengan daerah kelahiran saya di Medan sana. terutama dalam berkomunikasi. Apalagi Yogyakarta, kan kota pelajar, dimana lingkungan pertemanan di sana sangat luas. Sungguh sangat berkesan bagi saya,” ujarnya.

Hendra meraih gelar doktor dengan predikat _summa cum laude_ dengan IPK 3,98.

Setelah menyelesaikan program PMDSU, ia direkrut menjadi asisten dosen di UGM dan diminta membantu menyelesaikan proyek penelitian salah satu profesornya. Selanjutnya, ia menjadi dosen di Universitas Kristen Duta Wacana selama 2 tahun.

Saat ini Hendra bergabung dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada bagian Pusat Penelitian Biologi khususnya di bidang ilmu hewan. Ia tergabung dalam dua kelompok penelitian terutama untuk karakterisasi satwa sawah terancam punah. (J02)

  • Bagikan