Sudah Dipenuhi Ribuan Inventor Dan Industri, Kedaireka Siap Bangun Bangsa - Waspada

Sudah Dipenuhi Ribuan Inventor Dan Industri, Kedaireka Siap Bangun Bangsa

  • Bagikan
Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam

JAKARTA (Waspada): Ekonomi yang terus bergerak memerlukan inovasi tiada henti. Di situlah peran perguruan tinggi dan industri dalam satu kesatuan, menjadi sangat diperlukan.

“Kolaborasi antara DUDI dan perguruan tinggi menjadi penting, karena ekonomi yang terus berinovasi dan membangun bangsa. Kita tidak bisa terus mengandalkan impor, baik itu kebutuhan pangan, kesehatan, manufaktur dan beragam kebutuhan lainnya,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, dalam giat Webinar Kedaireka Outlook 2021, Kamis (4/2).

Untuk itu, Kemendikbud telah menciptakan platform kedaireka, sebagai terobosan  tempat bertemunya perguruan tinggi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk berkolaborasi menciptakan beragam inovasi.

Sejak diluncurkan 12 Desembee tahun lalu, sampai saat ini telah terdaftar lebih dari 7500 inventor dan 569 Industri di dalam platform Kedaireka.

Sekretaris Ditjen Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan saat ini pemerintah telah menyiapkan dana hibah untuk memfasilitasi program kerja sama antara perguruan tinggi dengan industri untuk menciptakan akselerasi ekosistem reka cipta dalam platform Kedaireka. Ia pun mengajak untuk menjadikan Kedaireka sebagai rumah bersama atau rumah kolaborasi yang bisa mempertemukan inventor dengan investor.

“Platform Kedaireka akan terbuka selama 24 jam bagi para inventor dan investor untuk dapat berdialog, menghasilkan karya yang dapat berguna bagi kemajuan negara,” ujar Paris.

Selain itu, Paris juga mengajak praktisi industri untuk bergabung menjadi dosen praktisi dan dosen luar biasa di Kemendikbud khususnya di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dan mengundang para dosen untuk melakukan diseminasi hasil kerja melalui Kedaireka.

“Dosen juga diharapkan ikut melakukan transformasi proses pembelajaran, mulai dari persiapan kurikulum sampai dengan menempatkan mahasiswa magang, kredit transfer baik di dalam atau pun di luar negeri,” kata Paris.

Paris menambahkan dalam Kampus Merdeka, perguruan tinggi akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA) sehingga dapat dilakukan negosiasi dalam rangka meningkatkan relevansi antara kurikulum di perguruan tinggi dan hubungan dengan dunia kerja.

“Perguruan Tinggi diharapkan menjadi think tank agar dapat terjadi relevansi antara perguruan tinggi dan industri untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di industri, dunia usaha, dan dunia kerja,” harap Paris.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan,  Ditjen Dikti, Ridwan meyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan insentif berupa pendanaan dalam bentuk matching fund sejumlah 250 miliar bagi perguruan tinggi dan DUDI yang berhasil bekerjasama melalui platform Kedaireka. Kedaireka dan matching fund dapat menjembatani reka cipta yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh IDUKA.

“Dana matching fund akan mengurangi risiko kerugian di tahap research and development serta dapat mendukung menghasilkan produk dengan tingkat kesiapan teknologi yang lebih baik berkat dukungan dana yang cukup untuk melakukan riset, melibatkan lebih banyak insan dikti berkolaborasi, serta mendorong terjadinya dialog dan menyusun proposal bersama yang selanjutnya disubmit ke kementerian untuk mendapatkan pendanaan,” tutur Ridwan.

Koordinator Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti, Achmad Adhitya mengatakan saat ini telah terdaftar lebih dari 7500 inventor dan 569 Industri di dalam platform Kedaireka.(J02)

  • Bagikan