Sosialisasi Pengajaran Kepada Tenaga Pendidik Bahasa Mandiri SMA Di Tebing Tinggi - Waspada

Sosialisasi Pengajaran Kepada Tenaga Pendidik Bahasa Mandiri SMA Di Tebing Tinggi

  • Bagikan
Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Muda USU di SMA Ir.H. Djuanda Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.Waspada/Ist
Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Muda USU di SMA Ir.H. Djuanda Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Pengabdian Masyarakat Dosen Muda Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Tenaga Pendidik Bahasa Mandarin Sekolah Menengah Atas belum lama ini melaksanakan kegiatan pengabdian di SMA Ir. H. Djuanda di Kota Tebing Tinggi.

Tim yang diketuai oleh Juliana, B.A., MTCSOL, serta anggota Niza Ayuningtias, S.S., MTCSOL dan Rudiansyah, M.Hum, secara bersama-sama turut andil berperan dalam memberikan gambaran mengenai keadaan objek pengabdian dan memberikan saran-saran kebutuhan dari objek terkait pengenalan dan pembelajaran Bahasa Mandarin di SMA Ir. H. Djuanda.

Ketuai tim pengabdian Juliana, B.A., MTCSOL mengatakan bahwa saat ini bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Bahasa Mandarin sendiri sudah menjadi salah satu bagian dari mata pelajaran peminatan yang ada di sekolah-sekolah, termasuk yang ada di Indonesia mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Bahkan di era seperti sekarang ini, dari berbagai belahan dunia tentunya membutuhkan keterampilan berbahasa asing sebagai alat kominukasi secara internasional, dan sangat penting untuk dikembangkan dalam lingkup pendidikan di sekolah-sekolah, seperti salah satunya kemampuan berbahasa asing Mandarin.

Karena itu tim Pengabdian Masyarakat Dosen Muda Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Tenaga Pendidik Bahasa Mandarin Sekolah Menengah Atas berupaya membarikan pemahaman tentang pembelajaran Bahasa Mandaring terhadap siswa-siswi di SMA Ir. H. Djuanda di Kota Tebing Tinggi.

Berdasarkan pada objek (sasaran) diadakannya program tersebut sebagaimana SMA Ir. H. Djuanda sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terutama untuk siswa-siswi yang memerlukan bimbingan mengenai pembelajaran bahasa Mandarin untuk dapat meningkatkan kualitas tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Dalam mengatasi hal ini, maka tim Pengabdian kepada Masyarakat turut memberikan bantuan dan pendampingan pengajaran bahasa Mandarin melalui metode kognitif yang sesuai untuk tenaga pendidik. Selain itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat akan memberikan penerangan tentang pentingnya buku panduan/ modul pengajaran dan kurikulum yang tepat guna dalam mendukung potensi yang ada pada setiap siswa-siswi dalam pembelajaran bahasa Mandarin, ujarnya.

Menurutnya pengabdian kepada masyarakat dalam pembelajaran bahasa Mandarin kepada siswa-siswi melalui metode kognitif merupakan suatu upaya meningkatkan kualitas dan kualifikasi tenaga pendidik di SMA Ir. H. Djuanda dalam berbahasa Mandarin. Maka kontribusi tersebut pun dihadirkan dalam berbagai macam materi yang akan disampaikan, diantaranya, diskusi pinyin, diskusi tata bahasa, diskusi kosakata, diskusi seni budaya Tiongkok/ Tionghoa, diskusi bahan ajar dan diskusi silabus.

“Selama ini siswa-siswi belajar hanya dengan mendengar, berbicara, membaca dan menulis, yang dirasa masih kurang efektif, dan memungkinkan akan menimbulkan kejenuhan yang berkepanjangan. Maka diharapkan pada guru bahasa Mandarin agar dapat memperkenalkan metode pembelajaran aktif melalui praktek di kelas dalam memperkenalkan seni budaya Tiongkok, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan siswa-siswi terhadap pembelajaran bahasa Mandirin,”ungkapnya.

“Kami selaku narasumber pelatihan, mengusulkan untuk menggunakan metode blended learning dan metode flipped classroom, karna diyakini lebih interaktif dan mudah dipahami. Selain itu, pemerintah tebing tinggi sudah mulai mengizinkan belajar tatap muka dengan secara bergilir, sehingga setelah kita mengajarkan seni budaya menggunting kertas merah yang bermakna, saat tatap muka mereka dapat langsung mempraktekannya”. ujar salah satu Tim PKM.(h02)

  • Bagikan