Waspada
Waspada » SMP Nurcahaya Ikuti Studi Aksi Pemadaman Kebakaran Hutan Dan Lahan
Medan Pendidikan

SMP Nurcahaya Ikuti Studi Aksi Pemadaman Kebakaran Hutan Dan Lahan

KEPALA SMP Nurcahaya Medan diwakili Jumiati Bangun MPd, dan Pengurus Yayasan Nurcahaya Bangun SPd berfoto bersama tim Daops Manggala Agni Sumatera I Sibolangit dan perwakilan Prajurit Yonif 8 Marinir Pangkalanbrandan. Waspada/Ist
KEPALA SMP Nurcahaya Medan diwakili Jumiati Bangun MPd, dan Pengurus Yayasan Nurcahaya Bangun SPd berfoto bersama tim Daops Manggala Agni Sumatera I Sibolangit dan perwakilan Prajurit Yonif 8 Marinir Pangkalanbrandan. Waspada/Ist

 

MEDAN (Waspada): Setiap tahun kebakaran hutan dan lahan terjadi di Indonesia.

Kebakaran hutan tidak hanya mengancam kehidupan manusia melalui polusi asapnya yang berdampak pada kesehatan, tapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar asli Indonesia yang terancam punah.

Dalam mengimplementasikan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), sejumlah Pelajar dan Guru SMP Swasta Nurcahaya Medan didukung perwakilan Prajurit Yonif 8 Marinir Pangkalanbrandan melakukan Studi Aksi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Markas Komando Daops Manggala Agni Sumut I Sibolangit, pekan lalu.

Manggala Agni sebagai garda terdepan dalam pemadaman hutan dan lahan di Indonesia ini memberikan edukasi dihadiri sejumlah pelajar dan guru, pengurus yayasan dan Komite SMP Nurcahaya Medan serta penggiat lingkungan.

Dalam studi lapangan ini, Tim Manggala Agni mengenalkan berbagai alat dan metode pemadaman kebakaran hutan dan lahan disesuaikan dengan kondisi di lapangan sekaligus praktik memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran.

Kepala SMP Nurcahaya Medan diwakili Jumiati Bangun MPd didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Nurcahaya Subur Andrinata Bangun SPd dan Pengurus Yayasan Nurcahaya Bangun SPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Danyonif 8 Marinir Pangkalan Brandan Letkol Mar Imam Supriyanto MTr(Opsla), Kepala Daops Manggala Agni Sumatera I Sibolangit Maralo JP Tambun SHut, Penggiat Lingkungan Susanto Maulana dan segenap tim Adiwiyata SMP Nurcahaya Medan serta semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.

Melalui kegiatan itu, pihaknya berharap dapat ikut berkontribusi membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dari kerusakan.

Sementara itu Anton Barus mewakili Daops Manggala Agni Sumut I mengatakan edukasi kepada masyarakat khususnya peserta didik untuk peduli terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan penting dilakukan agar kita mengetahui penyebab dan bahayanya dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap manusia dan lingkungan.

“Kebakaran hutan dan lahan berdampak pada rusaknya ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan. Asap yang ditimbulkan juga menyebabkan pencemaran udara yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma dan penyakit paru,” ujar Anton Barus.

Dampak lain kebakaran hutan dan lahan menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga tak mampu menampung cadangan air saat musim hujan. Hal ini yang menjadi faktor terjadinya longsor maupun banjir.

“Berkurangnya sumber air bersih dan menyebabkan kekeringan karena kebakaran hutan menyebabkan hilangnya pepohonan yang menampung cadangan air,” lanjutnya.

Untuk itu, perlu peran masyarakat agar bersama ikut mengawasi dan mencegah penyebab terjadinya kebakaran hutan. Langkah lainnya yang bisa dilakukan masyarakat: Ketika musim kemarau atau berangin, sebaiknya jangan sembarangan melakukan pembakaran.

“Termasuk jangan membakar atau membuang puntung rokok pada rumput, semak kering di lokasi yang rawan terbakar. Dan bagi masyarakat diharapkan tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar hutan,” pungkas Anton. (cas)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2