Waspada
Waspada » SMK Model PGRI 1 Mejayan Kembangkan Rumah Produksi Porang
Pendidikan

SMK Model PGRI 1 Mejayan Kembangkan Rumah Produksi Porang

Siswi SMK Model PGRI 1 Mejayan, siap bergerak mengembangkan rumah produksi porang.

JAKARTA (Waspada): Porang atau dikenal juga dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri.

Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.

Porang juga memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya.

Menyadari besarnya potensi tanaman porang, membuat  SMK Model PGRI 1 Mejayan, Jawa Timur, tertarik untuk mengembangkannya sebagai bahan pangan olahan. Tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan dan tumbuh secara liar ini, telah disulap para siswa SMK Model PGRI 1 Mejayan menjadi bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Sekolah SMK Model PGRI 1 Mejayan, Sampun Hadam dalam keterangannya , Senin (3/5) menjelaskan konsepnya tentang pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) porang.  Rencananya, setelah punya lapak berbagai jenis makanan berbahan porang, selanjutnya dia akan membuat rumah produksi.

“Rumah produksi ini dikembangkan oleh SMK, tapi bahan bakunya dari petani,” kata Sampun.

Bahan baku alias porang mentah tersebut, lanjut Sampun, diolah di rumah produksi. Lalu, hasilnya diserahkan kepada petani, untuk mendorong munculnya UMKM baru dari produk porang ini.

“Petani menanam, lalu diolah  para siswa dan akan menjadi UMKM. UMKM ini diharapkan jadi UMKM milenial. Makanya rumah produksi ini kita kemas dengan bagus, pakai standar ekspor,” terang dia.

Sampun memaparkan, porang dapat diolah menjadi berbagai macam produk, mulai dari bakso, tahu, hingga daging porang. Manfaatnya pun sangat bagus, di antaranya sebagai pengganti sarapan.

Dengan banyaknya produk yang dihasilkan ini, Sampun menilai ada potensi ekspor. Dia berencana mengekspor produk porang tersebut ke Jepang dan China, yang dinilai punya potensi pasar yang besar.

“Kita menggarap produksi ada dua, pertama dalam bentuk chip kering, kedua dalam bentuk makanan. Makanan itu yang saat ini kita persiapkan ekspor dalam bentuk nabati, yaitu bahan untuk membuat bakso atau membuat daging,” papar dia.

Saat ini, SMK Model PGRI 1 Mejayan sudah menciptakan mesin untuk membuat chip. Mesin bertugas membelah. Pihak SMK yang mendesain mesin dan dibawa ke desa-desa dan diperkenalkan kepada petani sebagai alat pembuat makanan ringan seperti Chip. Mesin ini tentu jauh lebih baik ketimbang manual.

Dalam berbagai kesempatan, Direktur Jenderal Pendidikam Vokasi, Wikan Sakarinto menguatkan pernyataannya tentang kreativitas siswa-siswi SMK yang kini didukung kurikulum baru. Kurikulum yang baru ini lebih menekankan aspek terapan dan pembelajaran berbasis penelitian atau proyek.

“Kreativitas itu nantinya adalah kunci penting menuju kesuksesan berwirausaha,” kata Wikan. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2