Waspada
Waspada » Serunya Agro Puspiptek, Wahana Edutainment Di Tangerang Selatan
Pendidikan

Serunya Agro Puspiptek, Wahana Edutainment Di Tangerang Selatan

Salah satu spot yang dinilai instagramable di kawasan Agro Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN (Waspada): Wahana rekreasi yang juga punya nilai edukasi, mungkin jadi pilihan banyak orang tua masa kini. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampui. Sekali jalan, keluarga terhibur dan punya wawasan baru.

Seperti itulah yang diharapkan oleh Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) saat memutuskan untuk mengembangkan taman wisata kota Agro Puspiptek. Lahan seluas 5 hektar dan menjadi bagian dari ratusan heltar lahan Puspiptek di wilayah Kota Tangerang Selatan, Banten ini, disulap menjadi wahana edutainment. Menghibur sekaligus mencerdaskan.

“Perluasan Agro Puspiptek bertujuan untuk edukasi. Setiap tahun jumlah pengunjung Puspiptek mencapai 20-25 ribu orang. Jumlah tersebut tentu tidak seluruhnya bisa masuk ke area vital Puspiptek. Agar pengunjung tertarik, khususnya anak-anak, Agro Puspiptek dikemas dengan wahana bermain, keanekaragaman hayati seperti flora dan fauna hingga demo laboratorium setiap Minggu,” ujar Plt. Kepala Puspiptek Sri Setiawati, saat peresmian Agro Puspiptek oleh Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang PS Brodjonegoro, Minggu (30/8).

Masuk ke Agro Puspiptek, pengunjung bisa menikmati udara sejuk dengan anek macam pohon besar yang rindang. Di dalamnya ada Botanikal Ekspo, mini hall berbentuk kubah yang unik dan dapat dijadikan tempat berpameran atau sejenisnya.

Ada juga Botanical Cafe, paranet cluster, pengolahan biogas, peternakan sapi, pengolahan kompos, kolam ikan, kolam tani, rumah bilas, rumah pohon, wahana permainan Big Swing, Sky Bike. Amphitheater dan Tree Shelter.

Dalam sambutannya, Menristek/KaBRIN, Bambang Brodjonegoro berharap Taman Agro Puspiptek dapat menumbuhkan minat riset sejak dini pada anak-anak Indonesia.

Dia mengingatkan, saat ini rasio jumlah peneliti dan jumlah penduduk di Indonesia masih rendah. Bahkan lebih rendah dari negara Vietnam. Hal ini harus menjadi perhatian serius, mengingat jika dilihat dari bakat, tidak sedikit sejatinya SDM indonesia yang mampu menjadi orang peneliti.

Peningkatan minat dan niat itu masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Oleh karenanya, Bambang menilai penurunan minat bisa dikaitkan dengan cara mengajarkan anak-anak sejak di bangku sekolah, dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Karena kadang kita berasumsi, kalau sudah dijejali dengan berbagai macam teori dari berbagai bidang ilmu, berarti kita sudah memberikan bekal, barangkali mereka siap menjadi peneliti. Padahal belum tentu, minat dan niatnya yang harusnya ditumbuhkan,” jelas Bambang.

Oleh karenanya, Menristek/Kepala BRIN mengapresiasi dengan adanya Agro Puspitek sebagai sarana Edutaimen dan alternatif pengenalan anak-anak akan dunia Riset dan inovasi. Bambang pun menilai, kedepan kawasan tersebut harus terus melakukan inovasi dan pembaruan,agar anak-anak yang datang akan makin bersemangat untuk menjadi peneliti di masa depannya.

“Outputnya mudah-mudahan dari segi rasio jumlah peneliti per jumlah penduduk tadi, indonesia pelan-pelan mulai bisa ngejar. Ujungnya, kita harapkan tentunya penelitian yang tertuama inovasi di Indonesia akan juga baik dan yang paling penting memberikan kontribusi langsung pada perekonomian nasional,” pungkas Bambang

Hadir pada acara peresmian Agro Puspiptek, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Dalam pidatonya, Airin menyambut baik kehadiran tempat wisata Agro Puspiptek. Ia berharap, Agro Puspiptek menjadi alternatif untuk belajar selain di sekolah di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2