Seminar Nasional IKJ, Upaya Menangkap Semangat Masyarakat Urban - Waspada

Seminar Nasional IKJ, Upaya Menangkap Semangat Masyarakat Urban

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Seni rupa di pusaran masyarakat urban menjadi topik menarik dalam Seminar Nasional yang digelar
Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (FSR IKJ), Selasa (21/9). Pambahasan menukik pada tajuk utama seminar nasional yakni tentang seni rupa urban dalam perspektif kreativitas, wacana kritis, ilmu-ilmu sosial dan humaniora sebagai sebuah upaya menangkap semangat keseharian masyarakat urban.

Dekan Fakultas Seni Rupa (FSR) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Anindyo Widito, mengatakan, karya seni rupa perkotaan merupakan respons terhadap kondisi dan situasi permasalahan kehidupan urban, terutama pada masa pandemi.
Dampaknya terlihat dari banyaknya fenomena-fenomena baru yang bermunculan dan terbukanya ruang-ruang tanpa batas untuk dieksplorasi.

                                             

“Kreativitas memiliki jalannya sendiri untuk bergerak. Perwujudan hasil kreativitas di pusaran urban, terutama dalam situasi sekarang ini melahirkan banyak karya-karya baru yang unik dan beragam,” kata Anindyo dalam sambutannya.

Sebagai Perguruan Tinggi Seni pertama yang lahir di kota Jakarta, tahun 1970, fenomena urban bukan merupakan hal baru karena sudah terinternalisasi dalam gerak kehidupan kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Karena itu, karya-karya yang diciptakan para dosen, mahasiswa dan alumni, tak luput dengan spirit urban.

“Budaya urban tumbuh karena berkembangnya hasrat untuk merespon fenomena yang terjadi berkaitan dengan kompleksitas dalam masyarakat perkotaan. Geliat serta dinamika tampilan karya seni perkotaan berupaya mengungkap permasalahan yang mendominasi masyarakat urban,”imbuh Anindyo.

Pemilihan tema Pusaran Urban sejalan dengan visi dan misi IKJ yaitu, menjadi perguruan tinggi seni yang bermartabat di bidang seni urban dan industri budaya dan kompetitif di tingkat nasional dan global.

Ada sejumlah tujuan dalam seminar nasional kali ini. Pertama, sebagai ajang diskusi, komunikasi dan interaksi antara akademisi, sejarawan seni, praktisi seni dalam mengkritisi pertumbuhan kota urban melalui peran seni rupa publik.

Kedua, sebagai upaya menemukenali potensi dan karakteristik seni rupa di kota-kota berbasis budaya urban.

Ketiga, meningkatkan kesadaran dalam mengkaji permasalahan seni rupa urban melalui berbagai pembelajaran, kajian dan metodologi.

Para pembicara dalam seminar yaitu Dr. Seno Gumira Ajidarma, M.Hum. (Akademisi IKJ, Ketua Akademi Jakarta); Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. (Akademisi ISI Yogyakarta, Kurator GNI); Lenny Agustin, M.Sn. (Akademisi IKJ, Fashion Desainer dan Peneliti); Anwar Jimpe Rachman (Praktisi Seni, Kurator Tanahinide, Makasar).

“Keterlibatan pembicara dari luar Jawa dan Bali merupakan komitmen FSR IKJ, dalam mencermati bahwa perkembangan seni rupa modern-kontemporer bukan hanya berporos di Jawa dan Bali. Sebagai negara kepulauan bangsa Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dalam bentang spirit Kenusantaraan,” pungkas Anindyo. (J02)

  • Bagikan