Waspada
Waspada » Sebelum 6 Maret, Kepala Sekolah Diajak Daftar Sekolah Penggerak
Pendidikan

Sebelum 6 Maret, Kepala Sekolah Diajak Daftar Sekolah Penggerak

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Jumeri 

JAKARTA (Waspada): Program sekolah penggerak yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim awal Februari lalu, terus disosialisasikan ke 111 kabupaten/kota.

Pendaftaran Sekolah Penggerak nantinya dilakukan oleh kepala sekolah. Kepala sekolah yang mendaftar dari semua jenjang mulai dari PAUD (5-6 tahun), SD, SMP, SMA, SLB. 

Bagi kepala sekolah yang ingin menjadi bagian dari program ini dapat segera mendaftar sebelum 6 Maret 2021 di https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/pendaftaran-sekolah-penggerak/. Informasi tentang Program Sekolah Penggerak dapat dilihat di https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak/

Program ini akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi sehingga seluruh ekosistem sekolah di Indonesia akan menjadi Sekolah Penggerak.

Pada tahun ajaran 2021/2022, program ini akan melibatkan 2.500 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 110 kab/kota.

Untuk tahun ajaran 2022/2023,  akan libatkan 10.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 250 kab/kota.

Untuk tahun ajaran 2023/2024 akan libatkan 20.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 514 kab/kota.

Begitu selanjutnya sampai 100 persen satuan pendidikan pada 2024 menjadi Sekolah Penggerak.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Jumeri  menambahkan, program Sekolah Penggerak yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada awal Februari  lalu diharapkan bisa menjadi katalis bagi pengembangan satuan pendidikan di sekitarnya.

“Diharapkan dalam tiga tahun ini ada satu atau dua level yang dicapai di atas baseline dan menjadi katalis pengembangan bagi sekolah lain,” imbuhnya. 

Secara umum, Sekolah Penggerak adalah katalis untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang terdiri dari dua hal yakni sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila dan diawali dengan SDM yang unggul terutama kepala sekolah dan guru. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2