Waspada
Waspada » SDS IT Siti Hajar Olah Sampah Jadi Briket Organik
Pendidikan

SDS IT Siti Hajar Olah Sampah Jadi Briket Organik

GURU SDS IT Siti Hajar Medan tampak antusias mengikuti Pelatihan Pembuatan Briket Organik bersama Pemilik Rumah Briket-Q Ir Rena Arifah, MSc di halaman sekolah.
GURU SDS IT Siti Hajar Medan tampak antusias mengikuti Pelatihan Pembuatan Briket Organik bersama Pemilik Rumah Briket-Q Ir Rena Arifah, MSc di halaman sekolah.

MEDAN (Waspada): Dalam menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS), pekan lalu SDS IT Siti Hajar Medan mengolah sampah organik menjadi Briket Organik dipandu oleh dosen Fakultas Teknik Universitas Al Wasliyah Medan Ir Rena Arifah, MSc yang juga pemilik Rumah Briket-Q.

Kepala SDS IT Siti Hajar Medan Rahmad Martuah, SSn, MPd menyambut baik pelatihan ini dan salut dengan semangat Ir Rena Arifah, MSc yang tetap konsisten melakukan hal positif dan bermanfaat sekaligus berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan.

Rahmad berharap melalui kegiatan ini segenap guru SDS IT Siti Hajar dapat menyampaikan ilmu ini tidak hanya kepada siswa tetapi juga ke lingkungan sekitar, sehingga kita semua akan membantu menyelamatkan bumi melalui pengolahan sampah yang tepat guna.

Rena Arifah menjelaskan arang sehat atau yang beliau beri nama Briket-Q (Briket Quantum) ini merupakan hasil olahan sampah organik berupa daun, ranting pohon yang kering dan batok kelapa.

Bahan lain yang dapat digunakan adalah kulit kemiri dan cangkang sawit.

Sampah organik ini kemudian dibakar selama 5 jam dan digiling hingga halus.

Hasilnya kemudian disaring dan ditambahkan dengan campuran tepung kanji dan air.

Hasil adonan ini kemudian dicetak dan dijemur selama dua hari untuk menjadi cukup kering untuk digunakan.

Beliau menambahkan bricket organik ini tidak hanya berguna sebagai pengganti arang.

Sampah organik yang terbakar hangus akan bersifat Activated Charcoal multiguna, seperti obat pereda sakit perut dan diare, serta dapat dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan yaitu sebagai masker wajah.

“Residu pembakaran sampah organik ini juga dimanfaatkan menjadi pengawet kayu yang sangat berguna bagi pengusaha mebel, pestisida alami dan pengawet makan serta pengawet kosmetik. Sampah organik di lingkungan kita tidak akan membusuk dan tersia-sia, malah akan berdaya guna tinggi apabila kita mau memanfaatkannya,” pungkasnya. (cas)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2